Kiai Ma’ruf: Saya Belum Boleh Disebut Wapres

Baca Juga

MINEWS, SURABAYA – Meski hasil quick count sejumlah lembaga survei dan real count KPU yang masih berjalan hingga kini menunjukkan kemenangan untuk paslon 01 Jokowi-Ma’ruf, namun hal itu tak membuat cawapres KH Ma’ruf Amin buru-buru deklarasi sebagai juara dalam Pilpres 2019.

Ia bahkan menegaskan kepada semua pihak agar tak menyebut dirinya sebagai wakil presiden, meskipun kemenanga sudah di depan mata.

“Menangnya itu baru di quick count, jadi saya belum boleh disebut wapres. Ini baru siap-siap saja,” ujar Ma’ruf saat menghadiri Silaturahmi Kebangsaan bersama tokoh NU di Surabaya, Minggu 28 April 2019.

Sebagai ulama sepuh, Kiai Ma’ruf juga meminta baik kubu 01 maupun kubu 02 Prabowo-Sandiaga agar berbesar hati menerima apapun hasil Pemilu 2019 ini yang nantinya diputuskan KPU.

“Janga siap menang, tapi enggak siap kalah. Ini jangan terjadi, karena bisa menimbulkan konflik,” kata Ma’ruf.

Selain itu, Ma’ruf juga mengingatkan bahwa pemilu bukanlah ibarat perang yang harus dipertahankan mati-matian. Ia berkata momen Pilpres 2019 ini hanyalah untuk mencari pemimpin yang terbaik, jadi tak boleh ada perbedaan yang menimbulkan konflik di antara warga Indonesia.

Saat ini, paslon 01 Jokowi-Ma’ruf masih terus melaju meninggalkan suara paslon 02 Prabowo-Sandiaga dalam real count di laman resmi KPU, meskipun kubu 02 sudah melakukan deklarasi kemenangan sepihak sampai 3 kali.

Berita Terbaru

Arah Baru Ekonomi Nasional Menguat Usai PidatoPresiden di DPR

Oleh: Dalia Kinanti )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 menjadi penanda penting arah barupembangunan ekonomi nasional. Kehadiran langsung Presiden untuk memaparkan kebijakan ekonomi dan fiskal memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam menjawab tantanganglobal sekaligus memperkuat optimisme terhadap masa depan ekonomiIndonesia.Pemerintah Indonesia memandang situasi ekonomi global yang dipenuhiketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, dan tekanan terhadapnilai tukar sebagai tantangan yang harus dihadapi dengan kebijakan yang terukur. Karena itu, Presiden Prabowo memilih menyampaikan langsungarah kebijakan ekonomi nasional agar publik memperoleh kepastianmengenai strategi pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.Presiden Prabowo Subianto menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomiIndonesia selama tujuh tahun terakhir memang menunjukkanperkembangan positif. Namun, Presiden juga mengingatkan masih adanya persoalanmeningkatnya jumlah masyarakat miskin dan rentan miskin sertamenurunnya kelas menengah dalam periode yang sama. Kondisi tersebutdinilai menjadi tanda bahwa arah pembangunan ekonomi perlu diperbaikiagar hasil pertumbuhan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.Pemerintah menilai pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengejarpertumbuhan angka makro. Pemerintah ingin memastikan pertumbuhanekonomi mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat dayabeli masyarakat, dan memperluas kesempatan ekonomi bagi seluruhlapisan masyarakat.Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti rendahnya rasio penerimaannegara terhadap produk domestik bruto dibandingkan sejumlah negara berkembang lain seperti India, Filipina, dan Meksiko. Pemerintahmemandang kondisi tersebut perlu dibenahi karena berdampak terhadapkemampuan negara dalam membiayai pembangunan nasional dan memperluas program kesejahteraan masyarakat.Pemerintah Indonesia menegaskan pembenahan tata kelola ekonomiharus dilakukan secara menyeluruh. Presiden Prabowo mengungkapadanya praktik oknum pelaku usaha yang tidak melaporkan keuntungansecara faktual dan memindahkan perusahaan ke luar negeri demi memperoleh keuntungan lebih besar. Pemerintah menilai praktik tersebutmenghambat optimalisasi penerimaan negara dan mengurangi manfaatekonomi bagi rakyat.Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti posisi Indonesia sebagaiprodusen utama sejumlah komoditas dunia yang belum sepenuhnyamemiliki kendali terhadap penentuan harga ekspor. Pemerintah menilaikondisi itu menjadi alasan penting untuk memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, dan memperkuatkemandirian ekonomi nasional.Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa arah pembangunan ekonomitetap berpedoman pada Pasal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini