Kepala Daerah Diajak Bangkitkan Ekonomi Lewat Produk Lokal

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-98 wali kota anggota Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) diajak untuk berkolaborasi membangkitkan ekonomi tanah air dengan menggunakan produk lokal di daerahnya masing-masing. Hal itu dikatakan oleh Ketua APEKSI Bima Arya.

“Semangat 22 tahun APEKSI pesannya jelas, yakni economic recovery melalui kebangkitan UMKM kita. Ini bukan saja menjabarkan perintah Presiden Jokowi agar berbangga dengan produk Indonesia, sekaligus juga kita melihat potensi lokal yang luar biasa,” katanya.

Bima mengatakan, pemerintah kota bisa mengisi ruang-ruang yang ada di setiap daerahnya masing-masing karena permintaan produk-produk lokal belakangan ini sangat tinggi. Kualitasnya pun mampu bersaing dengan merek-merek luar negeri.

“Kami mempelajari tren yang sangat menarik di kalangan anak-anak muda sekarang. Anak-anak muda ini tidak terlalu diperbudak oleh yang branded, tidak berorientasi merek-merek terkenal, tidak diperbudak gengsi. Mereka gandrung produk lokal,” ujar Bima.

“Di festival clothing banyak sekali di mana-mana. Mereka bangga pakai brand lokal. Ini geliatnya belum sepenuhnya difasilitasi dimediasi oleh pemerintah kota. Kita bayangkan apabila seluruh kota memberikan ruang yang besar, ada affirmative action untuk produk lokal,” katanya.

Di Kota Bogor, lanjut Bima, akan ada satu hari bagi ASN untuk menggunakan pakaian dari baju, celana hingga sepatu produk lokal.

“Senin pakai PDH coklat, Selasa adalah hari dengan produk lokal. Boleh pakai sneakers, boleh pakai hoodie, boleh pakai apapun tapi buatan lokal. Rabu putih hitam, Kamis pakaian Sunda, Jumat batik atau etnic. Jadi tiga hari dalam seminggu kita akan memberikan panggung bagi produk lokal,” katanya.

Bima Arya meyakini, jika 98 anggota APEKSI kompak memberikan panggung bagi produk lokal melalui kebijakan wali kota, maka akan sangat luar biasa dampaknya.

“Ini belum bicara pengadaan barang dan jasa. Di mana pemerintah pusat mewajibkan alokasi 40 persen bagi UMKM dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, untuk mendorong penggunaan produk lokal. Ini juga belum berbicara kebijakan lain. Dampaknya akan sangat luar biasa,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini