Kabar Baik, Masyarakat Penerima Vaksin Sinovac Akan Dapat Booster

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemberian vaksin booster atau vaksin dosis ketiga ternyata tidak hanya untuk tenaga kesehatan (nakes). Masyarakat penerima Vaksin Sinovac juga akan mendapatkannya pada pertengahan 2022.

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Rabu 4 Agustus 2021 rencana itu juga berdasarkan rekomendasi Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) atau Kelompok Penasihat Ahli Imunisasi Indonesia.

Saat ini, menurut Nadia, vaksin booster itu diprioritaskan untuk tenaga kesehatan agar memberi proteksi tambahan karena mereka setiap hari menghadapi pasien Covid-19.

“Titer antibodi ada penurunan untuk vaksin Sinovac, maka bisa direncanakan booster tapi nanti setelah 12 bulan atau tahun depan kita laksanakan booster kepada masyarakat umum,” kata Nadia.

Meski begitu, dia menganjurkan agar ada penelitian penunjang untuk mendapatkan data yang evidence based untuk menentukan vaksinasi booster untuk masyarakat.

ITAGI menyarankan pemeriksaan titer antibodi anti RBD pada 2-4 minggu pasca vaksinasi booster, dilakukan secara random. Kemudian, pemantauan break-through of severe COVID-19 case pada semua nakes yang diberikan booster vaksin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini