Banyak Pasien Covid-19 Meninggal di Jayapura karena Belum Vaksin, Tokoh Muda Papua Imbau Masyarakat Segera Vaksin

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menurut informasi dari Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, sebagian besar pasien Covid-19 yang meninggal di wilayahnya karena belum menjalani vaksinasi Covid-19.

Hal ini pun mendapat tanggapan dari Tokoh Muda Papua Steve Mara. Ia menyarankan agar masyarakat di Tanah Papua tak perlu takut dan khawatir soal vaksinasi Covid-19.

Ia lalu membagikan pengalaman saat menerima vaksinasi Covid-19 untuk tahap I dan tahap II. Menurutnya, saat mendapat suntikan dosis I, ia tak mengalami gejala atau efek samping tertentu.

“Hanya waktu dosis ke-2, saya jadi ngantuk dan lapar. Tapi aktivitas saya yang padat tidak terganggu dengan vaksin. Saya melaksanakan vaksin untuk menjaga kekebalan tubuh agar terhindar dari virus Covid-19,” ujarnya ketika dihubungi Mata Indonesia News, Rabu 4 Agustus 2021.

Ia pun menghimbau agar masyarakat Papua yang mau divaksin, sebaikanya memastikan agar kondisinya dalam keadaan sehat. “Dan harus jujur kalau ditanya perawat ada riwayat sakit atau alergi apa,” katanya.

Steve lalu mengisahkan bahwa dirinya sempat tak percaya dengan keberadaan wabah ini. Ia bahkan mengira penyakit ini cuma sebuah konspirasi belaka. Ia juga yakin kalau sebagai orang Papua tentu kebal dengan Covid-19 karena memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

Namun, anggapan itu pudar saat dirinya dinyatakan positif Covid-19. “Tapi pada saat saya ada gejala, saya swab PCR dan hasilnya positif. Sakit akibat penyebaran covid sangat tidak enak,” ujarnya.

Untuk itu, ia menghimbau kepada semua masyarakat Papua untuk segera melakukan vaksinasi untuk mencegah penyebaran Covid-19 atau paling kurang mengurangi gejala yang ditimbulkan penyakit tersebut.

“Jadi, Kita semua jaga kesehatan. Apalagi, virus ini variannya terus berubah-ubah. Saya kena itu Varian Alfa, sekarang ini sudah ada Delta, Gama, dan Kappah. Varian baru ini dikenal lebih cepat penularannya. Maka kalau diijinkan vaksin oleh petugas medis, silahkan kunjungi puskesmas atau pihak manapun yang menyediakan vakinasi bagi masyarakat,” katanya.

Steve juga berharap masyarakat di Bumi Cenderawasih selalu menjaga kesehatan dan menjalankan anjuran 5 M dari pemerintah secara disiplin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini