Mentan: Jokowi Bakal Sebar Benih Pakai Drone di Food Estate

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Mempercepat pengembangan lumbung pangan atau food estate Menteri Pertanian (mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan akan menggunakan drone untuk menabur benih dan pupuk serta teknologi pertanian lainnya. Penanaman perdana atau kick off akan dilakukan Presiden Jokowi.

Selain drone di lahan untuk lumbung pangan itu akan memanfaatkan traktor, dan alat mesin pertanian lainnya.

“Awal penggarapan akan dipimpin langsung Presiden Jokowi,” ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Rabu 23 September 2020.

Dengan mekanisasi pertanian pengerjaan 30 ribu lumbung pangan tersebut akan sangat cepat terwujud.

Pemerintah melakukan langkah itu mengantisipasi kemungkinan adanya krisis pangan seperti yang disampaikan Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).

Terkait realisasi food estate berbasis koperasi pertanian, Mentan mengaku siap mengawal ketat dan menguatkan kerja sama antarlembaga dan kementerian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini