Gokil, Tom Cruise Bakal Syuting di Luar Angkasa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aktor Tom Cruise kembali membuat sensasi. Kali ini, pemeran Mission Imposible itu akan bekerja sama dengan Elon Musk dan NASA untuk syuting di luar angkasa pada 2021 untuk sebuah film yang akan digarap sutradara Doug Liman.

Liman bukan orang baru dalam dunia akting Tom Cruise. Keduanya pernah bekerja sama dalam film Edge of Tomorrow.

Stasiun Luar Angkasa Axiom yang dikemudikan oleh Komandan Michael Lopez-Alegria akan berangkat dalam misi wisata pada Oktober 2021 dengan Cruise dan Liman di dalamnya. Hal ini terkonfirmasi langsung oleh Space Shuttle Almanac dalam akun Twitter-nya.

Mengutip NME, Rabu 23 September 2020, kabar syuting di luar angkasa ini sudah dikonfirmasi oleh NASA.

“NASA sangat bersemangat untuk bekerja dalam salah satu film Tom Cruise di atas @Space_Station!”, kata administrator NASA, Jim Bridenstine.

“Kami membutuhkan media paling populer (lewat film) untuk menginspirasi insinyur dan ilmuwan generasi baru dalam mewujudkan rencana ambisius NASA agar menjadi kenyataan,” ujar dia.

Film garapan Liman ini masih belum diberi judul tetapi sudah dikirim ke Universal melalui sebutan “Exuberant Zoom Call” dengan Cruise, Liman, Christopher McQuarrie, dan PJ van Sandwijk. Liman sedang dalam proses menulis naskah film tersebut. Anggaran film ini diperkirakan sekitar 200 juta dolar As atau Rp 2,97 triliun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini