Joe Biden Kutip Hadist Nabi Muhammad Demi Raih Suara Muslim

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penantang Donald Trump pada pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden benar-benar menggarap serius suara Islam sampai-sampai dia mengutip hadist saat berpidato di depan konferensi virtual organisasi persatuan Muslim terbesar di AS, Emgag Action.

Seperti dilaporkan laman berita, The Hill, Joe Biden mengutip hadist Nabi Muhammad SAW yang memerintahkan setiap muslim mencegah keburukan.

“Barangsiap di antara Kamu yang melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tanganmu, jika tidak sanggup lakukan dengan lisan mu. Jika masih tidak sanggup ubahlah dengan hatimu,” ujar Biden seperti dilansir Rabu 22 Juli 2020.

Dia mengungkapkan hal itu untuk mengajak kaum minoritas di AS untuk memerangi kezaliman Pemerintahan Donald Trump.

Biden mengajak dan menegaskan kepada Emgage Action bahwa Trump tidak boleh berkuasa empat tahun lagi. Dia mengajak Komunitas Muslim Amerika bersatu untuk mengumpulkan dukungan dan memastikan suaranya terwakili pada pemilihan nanti.

Berdasarkan survei dan penelitian demografis oleh Pew Research Center jumlah penduduk Muslim di AS sekitar 3,5 juta orang atau sekitar 1,1 persen dari jumlah penduduk AS.

Pilpres AS direncanakan digelar 3 November mendatang dengan tiga kandidat yang sudah dipastikan maju yaitu Joe Biden, Donald Trump dan Jo Jorgensen.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini