Jerman Nyerah Pasok Senjata ke Ukraina

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jerman mengaku tidak sanggup lagi memasok senjata ke Ukraina untuk menghadapi Rusia.

Pernyataan itu berasal dari Menteri Pertahanan Jerman, Christine Lambrecht, yang diungkapkan Selasa 19 Juli 2022.

Seperti dilansir rt.com, Lambrecht secara terang-terangan menyatakan tidak bisa “memberi lebih banyak lagi.”

Meski Christine memastikan Jerman akan terus mendukung Ukraina menyongsong masa depannya, namun tidak lagi dengan senjata.

Jerman mengaku sudah memasok banyak persenjataan canggih ke Kiev, seperti Panzerhaubitze 2000.

Jerman telah menyediakan berbagai macam persenjataan bagi Ukraina sejak awal serangan militer Rusia terhadap negara tetangga itu pada akhir Februari.

Namun pasokan senjatanya itu masih jauh lebih sedikit dibandingkan Amerika Serikat dan Inggris.

Saat ini, masih menurut laporan rt.com, Jerman dituding netizen sudah “menjanjikan berlebihan dan kurang memberikan.”

Kanselir Jerman Olaf Scholz sebelumnya telah membahas tuduhan ini, mencatat bahwa negaranya tidak dapat menyediakan senjata kepada Kiev dengan kecepatan yang sama dengan Amerika Serikat karena sumber dayanya lebih terbatas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini