Jelang HUT OPM, Para Tokoh Masyarakat Tegaskan Papua Tetap NKRI

Baca Juga

MATA INDONESIA, KEEROM – Para tokoh masyarakat dan mantan kombatan TPN OPM wilayah Keerom mengeluarkan pernyataan sikap jelang 1 Desember 2021.

Menurut Tokoh Wilayah Keerom Herman Yoku, biasanya kelompok maupun simpatisan OPM mengklaim 1 Desember sebagai hari kemerdekaan Papua Barat.

“Namun, hal itu selalu mendapat penolakan dari masyarakat Papua,” ujarnya, dikutip Sabtu 27 November 2021.

Bersama tokoh masyarakat lainnya, mereka membuat deklarasi dan menyatakan sikap terkait HUT Kemerdekaan Papua Barat.

Berikut 5 poin pernyataan sikap masyarakat jelang 1 Desember:

Pertama, mengajak seluruh elemen masyarakat Papua untuk menolak HUT OPM pada tanggal 1 Desember.

Kedua, meminta kepada semua pihak keamanan agar dapat menindak tegas setiap kelompok yang merayakan HUT OPM.

Ketiga, menolak dengan tegas kelompok separatis yang sering menyengsarakan masyarakat dan menghambat pembangunan.

Keempat, mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Papua tetap berada di pangkuan NKRI.

Kelima, Papua tetap merah putih, Papua NKRI, Papua Damai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG: Perang Serius Melawan Stunting

Oleh: Bara Winatha*) Upaya meningkatkan kualitas gizi anak menjadi bagian penting dari pembangunan manusiadi Indonesia, dan pendekatan yang semakin komprehensif kini diperkuat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhangizi anak sekolah, tetapi juga dirancang sebagai strategi nasional untuk mendorong lahirnyagenerasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif. Melalui penyediaan makanan bergizi secaraterstruktur di lingkungan sekolah, MBG membantu memastikan anak-anak memperolehasupan nutrisi yang mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kemampuanbelajar yang optimal. Anggota Komisi IX DPR RI, Mariana mengatakan bahwa program MBG...
- Advertisement -

Baca berita yang ini