Innalillahi, Kerabat Jokowi Tewas Terbakar di Dalam Mobil

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Seorang perempuan yang disebut kerabat Presiden Jokowi ditemukan tewas terbakar di dalam mobil yang terparkir di samping rumahnya dalam kondisi terikat.

Korban berinisial YL itu adalah kakak ipar Andi Wibowo yang masih terhitung sepupu dari Presiden Jokowi.

Andi memiliki hubungan keluarga dengan Jokowi karena memiliki hubungan kekerabatan dengan Miyono, paman sang presiden.

Menurut Kasat Reskrim AKBP Muhammad Alfan membenarkan peristiwa perempuan terbakar dalam kondisi tangan terikat di dalam mobil, di Desa Sugihan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Selasa 20 Oktober 2020 malam.

Kronologinya seorang warga desa melihat gumpalan asap keluar dari mobil yang terparkir di sebelah rumah YL.

Saksi mata itu kemudian mengetuk pintu pemilik rumah dan bersama-sama memadamkan api menggunakan selang air biasa.

Ketika pemadam kebakaran datang petugasnya kemudian mematikan api tersebut menggunakan alat pemadam api.

Setelah padam diketahuilah terdapat jasad seorang perempuan yang tewas dalam kondisi tangan terikat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Danantara, PSEL, dan Masa Depan Pengelolaan Sampah Indonesia

*) Oleh: Citra Ningrum OktaviaPemerintah tengah menghadapi salah satu tantangan paling mendesak dalampembangunan nasional, yakni darurat sampah perkotaan yang selama bertahun-tahun berjalan tanpa penyelesaian menyeluruh. Timbunan sampah yang terusmeningkat tidak lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan telahmenjadi ancaman serius bagi kesehatan publik, kualitas ekosistem, hingga ketahananenergi nasional. Di tengah situasi tersebut, langkah pemerintah menggandengDanantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas PengolahanSampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan keputusan strategis yang menunjukkan keberanian negara keluar dari pola lama pengelolaan sampah yang stagnan. Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan PSEL di enam lokasibersama 13 pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lagi bekerjadengan pendekatan parsial, tetapi mulai membangun sistem pengelolaan sampahyang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.Lebih jauh, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentangpercepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrikmemperlihatkan adanya keseriusan politik pemerintah dalam membenahi tata kelolasampah nasional. Menko Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa regulasitersebut telah mendorong langkah konkret pemerintah pusat dan daerah untukbergerak lebih cepat dalam pembangunan PSEL. Target pembangunan sedikitnya 25 lokasi PSEL dalam dua hingga tiga tahun ke depan bukan hanya ambisi administratif, melainkan kebutuhan nyata untuk mengatasi kedaruratan sampah di puluhankabupaten dan kota. Selama ini, banyak proyek pengolahan sampah tersendat akibatbirokrasi panjang, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan ketidakjelasan pembagiankewenangan. Karena itu, penyederhanaan prosedur serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah, Danantara, dan pihak-pihak terkait menjadi fondasi pentingagar proyek strategis ini tidak kembali terjebak pada pola lamban yang merugikanmasyarakat.Selain itu, keterlibatan Danantara Indonesia memberi dimensi baru dalampembiayaan dan tata kelola proyek infrastruktur lingkungan di Indonesia. Selama ini, pengelolaan sampah kerap dipandang sebagai sektor yang minim nilai ekonomisehingga tidak menarik bagi investor besar. Padahal, di berbagai negara maju, pengolahan sampah telah berkembang menjadi industri energi hijau yang bernilaitinggi dan berkelanjutan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini