Ini Tips Gunakan WhatsApp Tanpa Bikin Kuota Internet Cepat Jeblok

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tak bisa dipungkiri kalau aplikasi WhatsApp (WA) adalah salah satu alat komunikasi yang digandrungi banyak orang. Lantaran digunakan setiap hari, otomatis volume penggunaan kuota internet juga akan meningkat drastis. Nah, kira-kira bagaimana caranya agar kuota internet tetap awet meski pakai WA setiap hari? Yuk, simak beberapa tips berikut ini.

Ubah setelan penggunaan data

Langkah pertama adalah buka Aplikasi WA. Kemudian pilih setelan, lalu pilih penggunaan data.
Pada menu penggunaan data, anda bisa mengubah settingan unduh gambar atau video secara otomatis.

Caranya, pada pilihan ‘Saat menggunakan data seluler’, Anda bisa menentukan file mana yang akan Anda unduh secara otomatis. Anda tinggal membubuhkan centang pada file pilihan yang kamu inginkan.

Atau jika Anda sama sekali tidak ingin mengunduh file tersebut, Anda tinggal menghilangkan semua tanda centangnya. Dengan cara ini, berarti Anda sudah menghemat penggunaan kuota.

Ubah setelan panggilan

Langkah lain untuk hemat data adalah dengan ubah setelan panggilan. Caranya adalah buka menu ‘Setelan’, lalu buka ‘Data dan Penyimpanan’ kemudian buka pilihan ‘Setelan Panggilan’.

Pada pilihan ‘Penggunaan data minimum’, hilangkan centang untuk mengurangi penggunaan data saat Anda melakukan panggilan. Hal itu bisa menghemat kuota internet Anda.

Atur Pencadangan Pesan

Selain itu, kamu juga bisa mengatur pencadangan pesan. Caranya adalah buka menu ‘Setelan’, lalu buka ‘Chat’ kemudian buka pilihan ‘Cadangkan chat’.

Hapus tanda centang pada pilihan ‘Sertakan Video’ agar backup chat ke google drive bisa lebih cepat dilakukan. Hal tersebut juga bisa menghemat kuota lantaran video tidak ikut disimpan ke google drive.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!

Berita Terbaru

Danantara, PSEL, dan Masa Depan Pengelolaan Sampah Indonesia

*) Oleh: Citra Ningrum OktaviaPemerintah tengah menghadapi salah satu tantangan paling mendesak dalampembangunan nasional, yakni darurat sampah perkotaan yang selama bertahun-tahun berjalan tanpa penyelesaian menyeluruh. Timbunan sampah yang terusmeningkat tidak lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan telahmenjadi ancaman serius bagi kesehatan publik, kualitas ekosistem, hingga ketahananenergi nasional. Di tengah situasi tersebut, langkah pemerintah menggandengDanantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas PengolahanSampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan keputusan strategis yang menunjukkan keberanian negara keluar dari pola lama pengelolaan sampah yang stagnan. Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan PSEL di enam lokasibersama 13 pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lagi bekerjadengan pendekatan parsial, tetapi mulai membangun sistem pengelolaan sampahyang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.Lebih jauh, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentangpercepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrikmemperlihatkan adanya keseriusan politik pemerintah dalam membenahi tata kelolasampah nasional. Menko Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa regulasitersebut telah mendorong langkah konkret pemerintah pusat dan daerah untukbergerak lebih cepat dalam pembangunan PSEL. Target pembangunan sedikitnya 25 lokasi PSEL dalam dua hingga tiga tahun ke depan bukan hanya ambisi administratif, melainkan kebutuhan nyata untuk mengatasi kedaruratan sampah di puluhankabupaten dan kota. Selama ini, banyak proyek pengolahan sampah tersendat akibatbirokrasi panjang, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan ketidakjelasan pembagiankewenangan. Karena itu, penyederhanaan prosedur serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah, Danantara, dan pihak-pihak terkait menjadi fondasi pentingagar proyek strategis ini tidak kembali terjebak pada pola lamban yang merugikanmasyarakat.Selain itu, keterlibatan Danantara Indonesia memberi dimensi baru dalampembiayaan dan tata kelola proyek infrastruktur lingkungan di Indonesia. Selama ini, pengelolaan sampah kerap dipandang sebagai sektor yang minim nilai ekonomisehingga tidak menarik bagi investor besar. Padahal, di berbagai negara maju, pengolahan sampah telah berkembang menjadi industri energi hijau yang bernilaitinggi dan berkelanjutan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini