Ini Intruksi Menkes Terawan bagi Orang Sakit dan ODP di Rumah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan protokol khusus mengisolasi diri sendiri dalam penanganan corona virus (COVID-19). Protokol tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) HK.02.01/Menkes/202/2020 dikeluarkan pada Selasa 17 Maret 2020.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam surat edaran tersebut mengeluarkan sejumlah instruksi bagi orang sakit yang tengah menjalani isolasi diri di rumah.

Selain dianjurkan untuk tidak bekerja dan pergi ke tempat umum, orang tersebut juga harus menggunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya.

Si sakit juga dianjurkan untuk selalu masker selama masa isolasi diri dan menghindari pemakaian bersama peralatan makan dan seprai.

“Selain itu, Lakukan pengukuran suhu harian dan observasi gejala klinis seperti batuk atau kesulitan bernapas,” kata Terawan.

Orang sakit tersebut juga harus tetap menerapkan hidup bersih dan sehat. Ia juga disarankan untuk tetap berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi.

“Perlu juga menjaga kebersihan rumah dan dengan cairan disinfektan. Kemudian, bila kondisi sakit memburuk, harap orang-orang terdekat segera menghubungi fasilitas pelayanan kesehatan agar segera dilakukan penanganan secara medis,” ujar Terawan.

Hal yang sama juga perlu dilakukan bagi orang yang dalam tahap pemantauan diri (ODP) corona. Orang tersebut disarankan untuk melakukan pemantauan diri sendiri di rumah. Ia juga diwajibkan untuk melakukan pengukuran suhu harian dan observasi gejala klinis seperti batuk atau kesulitan bernafas.

Jika ada muncul gejala, laporkan ke petugas di fasilitas layanan kesehatan terdekat. Dan bila hasil pemeriksaan sampel dinyatakan positif, maka melakukan isolasi diri.

“Apabila memiliki penyakit bawaan berdasarkan rekomendasi petugas kesehatan, maka dilakukan perawatan di rumah sakit,” ujar Terawan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dimethyl Ether dan Transformasi Ketahanan Energi Indonesia

Oleh : Ricky Rinaldi *)Ketahanan energi menjadi salah satu isu strategis yang menentukan arahpembangunan nasional di tengah dinamika global yang terus berubah. Ketergantungan terhadap energi impor, fluktuasi harga komoditas internasional, serta meningkatnya kebutuhan energi domestik menuntut Indonesia untukmelakukan transformasi kebijakan secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, pengembangan Dimethyl Ether (DME) menjadi salah satu langkah penting dalammemperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantunganterhadap impor LPG.DME dipandang sebagai alternatif energi yang memiliki potensi besar untukmendukung kebutuhan rumah tangga dan industri. Pemanfaatan sumber dayadomestik untuk produksi DME membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuatkemandirian energi. Dengan cadangan batu bara yang melimpah serta potensihilirisasi energi yang besar, pengembangan DME menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun sistem energi yang lebih berkelanjutan.Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan energi harus dibangunmelalui pemanfaatan sumber daya nasional secara optimal. Indonesia tidak dapatterus bergantung pada impor energi yang rentan terhadap gejolak global. Oleh karena itu, transformasi sektor energi menjadi prioritas untuk memastikan kebutuhanmasyarakat dapat terpenuhi secara stabil dan berkelanjutan.Pengembangan DME juga menjadi bagian dari agenda hilirisasi industri nasional. Selama ini, sumber daya alam Indonesia banyak diekspor dalam bentuk bahanmentah tanpa memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri. Melalui hilirisasi, komoditas domestik dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang mendukungkebutuhan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menekankan bahwatransformasi energi harus diarahkan pada penguatan kemandirian nasional. Pengembangan DME tidak hanya bertujuan mengurangi impor LPG, tetapi juga memperkuat industri dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja baru. Denganpendekatan yang terintegrasi, sektor energi dapat menjadi motor pertumbuhanekonomi nasional.Salah satu keuntungan utama pengembangan DME adalah potensi penghematandevisa negara. Selama ini, impor LPG menjadi salah satu komponen besar dalampengeluaran energi nasional. Dengan memanfaatkan DME sebagai substitusi, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap. Langkah inimemberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah untuk mendukung sektorstrategis lainnya.Selain aspek ekonomi, pengembangan DME juga memiliki dampak strategisterhadap stabilitas pasokan energi. Ketika dunia menghadapi ketidakpastiangeopolitik dan fluktuasi harga energi, negara yang memiliki sumber energi domestikyang kuat akan lebih siap menghadapi tekanan global. Dengan memperkuatproduksi energi dalam negeri,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini