Ini 6 Kasus Besar yang Telah Diungkap Komjen Listyo

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Komjen Listyo Sigit telah menjalankan proses fit and proper test atau uji kelayakan. Hasilnya Komisi III DPR RI telah menyetujui Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri baru.

Di samping hasil uji kelayakan yang dinilai baik, Listyo juga memiliki prestasi yang cukup gemilang selama menjabat sebagai Kabareskrim Polri. Berikut beberapa 6 kasus besar yang telah diungkap oleh Listyo Sigit :

  1. Penyerangan Kepada Penyidik KPK Novel Baswedan

Pada 27 Desember 2019 tepatnya 12 hari setelah Listyo dilantik sebagai Kabareskrim, ia langsung mengumumkan dua terduga pelaku penyiraman. Dua pelaku berininsial RM dan RB yang merupakan anggota Polri akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan sudah dijatuhi sanksi pidana.

  1. Kasus Korupsi PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI)

Kasus ini sudah bergulir sejak tahun 2015 lalu namun terhenti karena adanya kendala non-teknis. Bareskrim bergerak cepat dengan melimpahkan tahap II atau menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan Agung (Kejagung). Akhirnya tiga tersangka yaitu Honggo divonis 16 tahun sementara dua tersangka lainnya divonis 4 tahun penjara.

  1. Menangkap Djoko Tjandra

Inilah salah satu kasus yang paling hangat dan telah ditangani oleh Bareskrim Polri, yaitu penangkapan Djoko Tjandra. Akhirnya buronan terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali ini berhasil ditangkap oleh Bareskrim Polri. Listyo langsung memimpin tim penangkapan Djoko di Malaysia.

  1. Menangkap Maria Pauline Lumowa

Buronan kasus pembobolan bank BNI senilai Rp 1,7 triliun ini akhirnya tertangkap setelah 17 tahun menjadi buronan. Maria ditangkap oleh NCB Interpol Serbia pada 16 Juli 2019. Dia kemudian diekstradisi dari Serbia ke Indonesia.

  1. Kebakaran Gedung Kejagung

Penyidik Gabungan Bareskrim Polri menetapkan delapan orang tersangka kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung). Lima pekerja bangunan tersebut ditetapkan sebagai tersangka karena merokok di dalam gedung Kejagung. Sementara tiga tersangka lain didakwa sebagai peminjam bendera PT APM sekaligus mengatur semua pengadaan minyak pembersih lantai.

  1. Perseteruan antara Polri dengan Laskar FPI

Dalam perkara ini, 6 Laskar FPI tewas usai terjadi baku tembak. Kasus ini masih terus bergulir dan ditangani oleh Bareskrim.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Papua Perkuat Fondasi Ekonomi Melalui Program Ketahanan Pangan

Oleh: Loa MuribUpaya memperkuat fondasi ekonomi daerah tidak dapat dilepaskan dari kemampuan suatuwilayah dalam membangun kemandirian pangan. Dalam konteks Papua, langkah pemerintahmempercepat pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun Anggaran 2026 menjadisalah satu strategi penting yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Program tersebut menunjukkan bahwa pembangunan sektor pertanian kini ditempatkan sebagai salah satuinstrumen utama untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus mengurangiketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.Papua memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Selama ini, pembahasan mengenaipembangunan ekonomi Papua lebih banyak berfokus pada sektor pertambangan, infrastruktur, dan eksploitasi sumber daya alam lainnya. Padahal, sektor pertanian menyimpan peluang yang tidak kalah strategis untuk menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Ketersediaan lahan yang luas, dukungan iklim yang mendukung, serta meningkatnya perhatian pemerintah terhadappengembangan pertanian menjadikan Papua memiliki modal yang cukup kuat untuk berkembangsebagai salah satu lumbung pangan baru di Indonesia.Pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat menjadi bukti bahwa pemerintah berupayamenghadirkan pembangunan yang lebih inklusif. Program ini tidak hanya membuka lahanpertanian baru, tetapi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat secaralangsung dalam proses pembangunan ekonomi. Keterlibatan petani lokal, kelompok tani, sertamasyarakat adat menunjukkan adanya pendekatan pembangunan yang lebih partisipatif. Model pembangunan seperti ini penting karena mampu menciptakan rasa memiliki terhadap program yang dijalankan sekaligus meningkatkan peluang keberlanjutan hasil pembangunan dalam jangkapanjang.Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, menegaskanbahwa keberhasilan Program Cetak Sawah Rakyat tidak hanya diukur dari luas lahan yang berhasil dibuka, tetapi juga dari kualitas pelaksanaan dan keterlibatan aktif masyarakat lokaldalam setiap tahapan program. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pertanianmodern tidak lagi sekadar berfokus pada pencapaian target fisik, melainkan juga padapemberdayaan sumber daya manusia yang menjadi pelaku utama sektor pertanian.Di sisi lain, komitmen Pemerintah Provinsi Papua dalam mendukung program tersebutmemberikan sinyal positif bagi masa depan pembangunan ekonomi daerah. Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, menilai Program Cetak Sawah Rakyat merupakan bagian dari program strategis nasional yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkankesejahteraan masyarakat. Pandangan tersebut mencerminkan kesadaran bahwa sektor pertanianmemiliki peran penting dalam menciptakan stabilitas ekonomi daerah di tengah berbagaitantangan global yang memengaruhi rantai pasok pangan dan harga komoditas.Komitmen Pemerintah Provinsi Papua terhadap penguatan sektor pertanian tercermin daripandangan Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, yang menempatkan Program Cetak SawahRakyat sebagai bagian penting dari agenda pembangunan daerah dan nasional. Menurutnya, dimulainya pekerjaan konstruksi di lapangan menjadi bukti bahwa program ketahanan panganyang dicanangkan pemerintah pusat benar-benar diwujudkan secara nyata di Papua. Gubernurjuga menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat asli Papua dalam pelaksanaan program tersebut agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat setempat. Selain itu, ia berharap Papua dapat menjadi contoh keberhasilan pengembangan sawah rakyat di Indonesia dengan tetap menjunjung tinggi penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat sertakearifan lokal yang selama ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakatPapua.Yang tidak kalah penting adalah komitmen pemerintah untuk tetap menghormati hak-hakmasyarakat adat dan mengedepankan kearifan lokal dalam pelaksanaan program. Pendekatan inimenjadi kunci keberhasilan pembangunan di Papua. Pengalaman menunjukkan bahwa berbagaiprogram pembangunan akan lebih efektif apabila dilaksanakan dengan melibatkan masyarakatsebagai subjek utama, bukan sekadar objek pembangunan. Dengan menghormati nilai-nilaibudaya dan struktur sosial yang telah hidup di tengah masyarakat Papua, program pertaniandapat berjalan lebih harmonis dan memperoleh dukungan yang lebih luas.Peran pemerintah daerah hingga tingkat kampung juga menjadi faktor penting dalammenyukseskan program tersebut. Sosialisasi yang berkelanjutan diperlukan agar masyarakatmemahami bahwa sektor pertanian bukan lagi pekerjaan tradisional yang identik denganketerbatasan ekonomi, melainkan sektor produktif yang mampu memberikan pendapatan dankesejahteraan. Perubahan pola pikir masyarakat terhadap pertanian akan menjadi modal sosialyang sangat berharga dalam mempercepat transformasi ekonomi Papua.Ke depan, keberhasilan Program Cetak Sawah Rakyat di Papua tidak hanya akan memberikanmanfaat bagi masyarakat setempat, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangannasional. Jika program ini berjalan sesuai harapan, Papua berpotensi menjadi contohkeberhasilan pembangunan pertanian yang menggabungkan produktivitas ekonomi, pemberdayaan masyarakat, serta penghormatan terhadap masyarakat adat. Dengan dukunganpemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat, dan para petani lokal, program ketahananpangan dapat menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya Papua...
- Advertisement -

Baca berita yang ini