Incar 500 Orang, BIN Lakukan Vaksinasi di Gunungkidul

Baca Juga

MATA INDONESIA, GUNUNGKIDUL – Badan IntelIjen Negara (BIN) Daerah Istimewa Yogyakarta atau Binda DIY kembali melaksanakan vaksinasi massal di Bangsal Sewoko Projo, Purbosari, Wonosari, Kec. Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul. Kegiatan ini berkolaborasi dengan dengan Dinas Kesehatan Gunungkidul.

Anggota BIN DIY Eko Susilo mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi ini dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Apalagi saat ini ada lonjakan kasus baru COVID-19 di beberapa negara tetangga dan ada peningkatan kembali kasus positif di beberapa daerah, termasuk DIY dalam sebulan terakhir.

“Maka kami terus menyisir warga yang belum tervaksin,” ujarnya, Jumat 18 November 2021.

Menurutnya, vaksin masih menjadi satu satunya alat tangkal virus corona ini karena obat belum ditemukan. Oleh karenanya, guna mencegah terjadinya lonjakan kasus baru COVID-19, masyarakat harus dipastikan sudah tervaksin.

Ia juga mengungkapkan bahwa capaian vaksinasi di Kabupaten Gunungkidul sampai saat ini masih di urutan ke empat dari lima kabupaten/kota se DIY. Dengan kata lain masih terendah kedua, setelah Kabupaten Kulonprogo.

“Masih rendahnya capaian vaksinasi di Gunungkidul menjadi atensi serius dari BIN. Terlebih di sini banyak destinasi wisata yang menjadi magnet utama dikunjungi wisatawan. Jadi harus dibentengi dulu masyarakatnya dengan vaksin,” katanya.

Saat ini Kapanewon Wonosari dipilih sebagai tempat penuntasan vaksinasi warga yang belum tervaksin. Alasannya, pusat kegiatan Gunungkidul ada di kota Wonosari. Selama ini episentrum mobilitas warga ada di Kapanewon Wonosari. Setelah herd immunity tuntas terbangun di pusatnya, maka selanjutnya akan disisir wilayah mana yang masih rendah capaian dan lambat percepatannya.

Berdasarkan catatan BIN DIY, capaian vaksinasi di Gunungkidul untuk dosis pertama, saat ini masih di angka 81,6 persen atau 485.383 dari total sasaran vaksinasi yang ada (595.145 orang). Masih ada 18,4 persen, atau sekitar 110 ribu orang yang belum tervaksin.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan untuk mengejar percepatan vaksinasi yang tinggal 20 persen lagi, Dinas Kesehatan selalu membuka kesempatan warga untuk melakukan vaksinasi setiap hari Jumat di Kantor Dinas Kesehatan. Dan Jumat ini ada lokasi lain yaitu di Bangsal Sewoko Projo.

“Di bangsal ini kami menargetkan 500 orang,” ujar Dewi.

Pihaknya memang masih mengejar target 100 persen di akhir tahun nanti dengan percepatan. Harapannya akhir tahun nanti capaiannya bisa maksimal sehingga pada liburan akhir tahun nanti herd imunity bisa segera tercapai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini