IHSG Balik ke Zona Merah di Awal Pekan Ini

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau tolok ukur laju sejumlah saham di BEI ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin, 26 Agustus 2019 sore. IHSG melemah ke posisi 6.214,51 atau turun 0,66 persen dibandingkan penutupan Jumat kemarin.

Mengutip data RTI Business, investor membukukan transaksi sebesar 8,9 triliun rupiah dengan volume 17,04 miliar saham. Sementara, pelaku pasar asing mencatatkan aksi jual bersih di seluruh pasar sebesar 904,49 miliar rupiah.

Pada penutupan kali ini, 151 saham bergerak menguat, 252 turun, dan 132 lainnya tidak bergerak. Kemudian, pelemahan IHSG dibebani oleh sektor industri dasar (-1,04 persen), keuangan (-0,968 persen), properti (-0,952 persen), pertambangan (-0,763 persen), Manufaktur (-0,709 persen), Konsumsi (-0,681 persen), Infrastruktur (-0,306 persen), Aneka Industri (-0,199 persen). Cuma 2 sektor yang menguat yaitu Trade (0,188 persen) dan Perkebunan (0,993 persen).

Indeks saham Asia terpantau melemah. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang turun 2,17 persen. Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 1,91 persen. Indeks Shanghai Composite Index turun 1,17 persen. Strait times index Singapura turun 1,45 persen.

Sementara itu, indeks saham di Eropa seperti Indeks GDAX di Jerman malah naik 0,27 persen. sementara FTSE100 di Inggris turun tak bergerak dari penutupan Jumat lalu yaitu di level 7094,980.

Indeks Dow Jones New York, Nasdaq New York dan indeks GSPC New York masing-masing juga turun 2,37 persen dan 3,00 persen dan 2,59 persen.

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini