Hadapi Wabah Corona, Jokowi Sebarkan Motivasi RA Kartini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hari Kartini tahun ini Indonesia berada di tengah kesulitan wabah Covid19 yang disebarkan virus corona. Presiden Jokowi pun mengutip motivasi Kartini yang menggambarkan perjuangan pantang menyerah untuk meraih kebahagiaan.

“Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dahulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu,” begitu kutipan Kartini yang diunggah Jokowi di akun media sosialnya, Selasa 21 April 2020.

Seutuhnya pernyataan itu adalah menggambarkan motivasi kepada kita semua untuk terus mencoba hingga berhasil meraih sesuatu yang kita impikan dan butuhkan.

Untuk bisa mencapai hasil yang baik, Kartini berpesan kita tidak boleh gampang menyerah karena mungkin akan datang penyesalan jika kita putus berusaha.

Sebab, saat kita berhenti berusaha bukan tidak mungkin di titik itu kita tinggal selangkah lagi menuju kemenangan.

Barulah Kartini menegaskan bahwa untuk meraih kebahagiaan yang sempurna kita harus merasakan kesulitan terlebih dahulu.

Presiden Jokowi ingin menularkan semangat Kartini itu untuk melewati masa sulit di tangah wabah corona saat ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini