Gokil, Negara Lain Masih Takut Buka Penerbangan ke Cina, Italia Justru Cuek

Baca Juga

MATA INDONESIA, SHANGHAI – Jika Indonesia dan banyak negara lainnya menghentikan penerbangan ke Cina, Italia justru cuek dan bersedia melanjutkan kembali beberapa penerbangan antar-kedua negara itu.

Wakil Menteri Luar Negeri Cina Qin Gang telah melakukan pertemuan dengan Duta Besar Italia untuk Cina Luca Ferrari, Kamis 6 Februari 2020.

“Italia berkeinginan untuk menyetujui beberapa penerbangan antaran kedua negara setelah melakukan pembekuan bulan lalu,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Cina, Jumat 7 Februari 2020 yang diunggah Reuters.

Ferrari mengatakan negaranya bersedia memenuhi permintaan beberapa maskapai penerbangan Cina untuk melanjutkan penerbangan yang sudah ada selama ini.

Sejak akhir Januari 2020 maskapai penerbangan di tiga benua yaitu Eropa, Asia dan Amerika Utara telah membatalkan penerbangannya dari dan ke Cina karena virus corona.

Hingga kini baru Italia yang tercatat mempertimbangkan dibukanya kembali penerbangan antar-kedua negara, sedangkan Indonesia belum melakukannya.

Sebelumnya, Duta Besar Cina di Jakarta Xiao Qian melontarkan penyesalannya atas sikap Indonesia yang membekukan seluruh penerbangan dari dan ke Cina.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dana Hasil Penertiban Kawasan Hutan Jadi Bukti Nyata Penegakan Hukum Pemerintah

Oleh: Alvin Sato )*Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuatpenegakan hukum dan penyelamatan aset negara melalui langkahkonkret penertiban kawasan hutan. Hal itu tercermin dari penyerahandana hasil penertiban kawasan hutan senilai Rp10,27 triliun kepadanegara yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta. Momentum penyerahan ini sekaligus menjadi simbol kuat bahwa upayapenegakan hukum pemerintah kini semakin berorientasi pada hasil nyatayang dapat dirasakan masyarakat.Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwaagenda penyerahan dana hasil penertiban kawasan hutan bukan sekadarseremoni. Kepala Negara memandang masyarakat saat ini menginginkanbukti konkret dari kerja pemerintah, terutama dalam upaya menjagakekayaan negara dan menindak berbagai pelanggaran di sektor sumberdaya alam. Presiden menilai transparansi dan akuntabilitas menjadibagian penting agar masyarakat dapat melihat langsung hasil daripenegakan hukum yang dilakukan negara.Menurut Presiden, dana triliunan rupiah yang berhasil diselamatkantersebut menunjukkan bahwa pemerintah serius memastikan aset negara tidak lagi bocor akibat praktik ilegal maupun penyalahgunaan kawasanhutan. Ia juga menyinggung bahwa masyarakat sudah terlalu lama disuguhi berbagai pidato tanpa hasil nyata, sehingga pemerintah saat iniberupaya menghadirkan bukti langsung melalui pengembalian aset dan penyelamatan keuangan negara.Presiden Prabowo turut mengungkapkan adanya potensi tambahanpengembalian aset negara pada bulan berikutnya dengan nilai mencapaiRp11 triliun. Hal itu memperlihatkan bahwa upaya penertiban kawasanhutan tidak berhenti pada satu tahap, melainkan terus berlanjut sebagaibagian dari strategi nasional dalam memperbaiki tata kelola sumber dayaalam Indonesia.Selain penyerahan dana, pemerintah juga berhasil menguasai kembalikawasan hutan seluas lebih dari 2,3 juta hektare. Pengembalian lahantersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga kedaulatannegara atas kawasan hutan yang selama bertahun-tahun mengalamiberbagai bentuk pelanggaran, mulai dari penguasaan lahan ilegal hinggapenyalahgunaan izin usaha.Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa dana Rp10,27 triliunyang dipamerkan dalam kegiatan Satgas Penertiban Kawasan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini