Gerindra Akan Tuntut Siapa Saja yang Hubungkan Kasus Ramyadjie dengan Prabowo

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Gerindra mengakui pelaku kasus skimming ATM Ramyadjie Priambodo adalah kerabat jauh Prabowo Subianto. Namun dia akan menuntut link-link yang melakukan kampanye hitam dengan mengkaitkan pak Hashim, Tidar, Gerindra dan BPN dengan kasus itu.

“Dia kerabat jauh,” kata Politisi Gerindra Andre Rosiade di Jakarta, Minggu 17 Maret 2019.

Andre menegaskan jika seseorang adalah keluarga besar langsung Prabowo Subianto pasti menyandang nama Djojohadikusumo di belakang nama depannya.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandiaga menegaskan kasus Ramyadjie menegaskan tidak ada kaitannya dengan politik.

Kepala bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan Ramyadjie Priambodo adalah pelaku pembobolan bank dengan teknik skimming atau pencurian data orang lain.

Dia sudah ditangkap sejak akhir Februari 2019. Dia ditangkap di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Kerugian negaranya sekitar Rp 300 juta.

Argo menyebut ada sejumlah barang bukti yang sudah diamankan yaitu masker, 1 ATM, 2 ATM warna putih yang memiliki data yang sudah terduplikasi, laptop, telepon seluler, dan peralatan skimming.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini