Galaksi Bima Sakti dan Andromeda Bakal Tabrakan, Bagaimana Nasib Bumi?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Berada di Galaksi Bima Sakti, bumi ternyata terancam hancur. Dalam penelitian Dr Douglas Mackey dari Research School of Astronomy and Astrophysics di Australia Galaksi Bima Sakti beserta isinya akan bertabrakan dengan Galaksi Andromeda yang merupakan tetangga terdekat.

Tapi, kalian jangan khawatir. Soalnya ini masih prediksi. Lagipula, menurut penelitian tersebut tabrakan baru kemungkinan terjadi pada 4,5 miliar tahun ke depan.

Prediksi itu didasarkan pada penemuan terbaru kebiasaan Galaksi Andromeda yang menelan semua benda-bendar di ruang angkasa jika berada di dekatnya.

Kebiasaan Andromeda ini diketahui telah terjadi pada 10 miliar tahun silam ketika galaksi tersebut masih dalam proses pembentukannya dan menelan begitu banyak benda ruang angkasa di sekitarnya.

“Ukurannya serupa dengan Bima Sakti. Andromeda memiliki sistem spiral yang sangat mirip dengan kita,” kata Mackey, seperti dikutip dari ABC News, baru-baru ini.

Dipublikasi dalam jurnal Nature pekan ini, Mackey menemukan bukti lainnya bahwa Andromeda benar-benar menelan benda-benda langit yang dilintasinya.

Saat ini, para astronom tengah berusaha memahami bagaimana Andromeda berkembang dari waktu ke waktu. Ternyata arah orbital dari gugusan tatasurya pada galaksi ini sangat mengejutkan mereka.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini