Gagal Menang Lagi, AC Milan Terlalu Banyak Kebobolan

Baca Juga

MATA INDONESIA, GENOA – AC Milan gagal meraih kemeangan di dua laga beruntun. Pelatih Stefano Pioli menilai, anak asuhnya terlalu banyak kebobolan.

Bertanding di Luigi Ferraris, Kamis 17 Desember 2020 dini hari WIB, Milan ditahan imbang Genoa dengan skor 2-2. Dua gol Genoa diborong Mattia Destro, sementara dua gol Rossoneri dicetak Davide Calabria dan Pierre Kalulu.

Milan gagal meraih kemenangan di dua laga terakhir beruntun. Akhir pekan kemarin, mereka juga bermain imbang 2-2 dengan Parma. Bahkan, mereka nyaris kalah andai Theo Hernandez tak mencetak gol di masa injury time.

Pioli menyebut, anak asuhnya terlalu banyak kebobolan. Dalam dua laga, Milan kebobolan empat gol. Total, dari 12 pertandingan, mereka sudah kebobolan 13 gol.

“Kami meraih hasil imbang dalam pertandingan yang rumit di atas lapangan yang tidak bagus. Kami harusnya bisa unggul di babak pertama dan pertandingan bisa berubah secara taktik. Kami sudah memberikan semua kemampuan terbaik dan meraih hasil penting,” kata Pioli, dikutip dari Football Italia, Kamis 17 Desember 2020.

“Kami kebobolan dua gol tanpa adanya banyak peluang yang diciptakan lawan. Secara keseluruhan, kami terlalu banyak kebobolan. Ini pertandingan sulit dan kondisi lapangan membuat kami kesulitan tampil secara teknis. Kami berusaha mencari kemenangan hingga akhir, tapi tidak berhasil,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Danantara, PSEL, dan Masa Depan Pengelolaan Sampah Indonesia

*) Oleh: Citra Ningrum OktaviaPemerintah tengah menghadapi salah satu tantangan paling mendesak dalampembangunan nasional, yakni darurat sampah perkotaan yang selama bertahun-tahun berjalan tanpa penyelesaian menyeluruh. Timbunan sampah yang terusmeningkat tidak lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan telahmenjadi ancaman serius bagi kesehatan publik, kualitas ekosistem, hingga ketahananenergi nasional. Di tengah situasi tersebut, langkah pemerintah menggandengDanantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas PengolahanSampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan keputusan strategis yang menunjukkan keberanian negara keluar dari pola lama pengelolaan sampah yang stagnan. Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan PSEL di enam lokasibersama 13 pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lagi bekerjadengan pendekatan parsial, tetapi mulai membangun sistem pengelolaan sampahyang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.Lebih jauh, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentangpercepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrikmemperlihatkan adanya keseriusan politik pemerintah dalam membenahi tata kelolasampah nasional. Menko Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa regulasitersebut telah mendorong langkah konkret pemerintah pusat dan daerah untukbergerak lebih cepat dalam pembangunan PSEL. Target pembangunan sedikitnya 25 lokasi PSEL dalam dua hingga tiga tahun ke depan bukan hanya ambisi administratif, melainkan kebutuhan nyata untuk mengatasi kedaruratan sampah di puluhankabupaten dan kota. Selama ini, banyak proyek pengolahan sampah tersendat akibatbirokrasi panjang, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan ketidakjelasan pembagiankewenangan. Karena itu, penyederhanaan prosedur serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah, Danantara, dan pihak-pihak terkait menjadi fondasi pentingagar proyek strategis ini tidak kembali terjebak pada pola lamban yang merugikanmasyarakat.Selain itu, keterlibatan Danantara Indonesia memberi dimensi baru dalampembiayaan dan tata kelola proyek infrastruktur lingkungan di Indonesia. Selama ini, pengelolaan sampah kerap dipandang sebagai sektor yang minim nilai ekonomisehingga tidak menarik bagi investor besar. Padahal, di berbagai negara maju, pengolahan sampah telah berkembang menjadi industri energi hijau yang bernilaitinggi dan berkelanjutan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini