Flurona, Infeksi Kombinasi antara Flu dan Virus Corona yang Baru Diidentifikasi di Israel

Baca Juga

MATA INDONESIA, TEL AVIV – Pemerintah Israel mengonfirmasi kasus pertama seseorang yang terinfeksi flu musiman dan Covid-19 di waktu bersamaan atau yang disebut dengan flurona.

Infeksi kombinasi ini ditemukan pada perempuan hamil yang tidak divaksinasi. Pihak Rumah Sakit Beilinson di Kota Petah Tikva, Israel mengungkapkan bahwa perempuan tersebut memiliki gejala ringan.

Berdasarkan laporan, ini merupakan kasus infeksi kombinasi pertama di dunia. Namun, laporan lain menyebutkan bahwa seorang pasien yang mengalami flu dan Covid-19 di Amerika Serikat (AS) muncul pada awal musim semi 2020.

Israel telah melihat lonjakan kasus flu dalam beberapa pekan terakhir, dengan hampir 2.000 warga dirawat di rumah sakit di tengah kekhawatiran “twindemic” dari kedua penyakit tersebut.

Istilah tersebut mengacu pada kekhawatiran sejumlah besar kasus flu dan kasus Covid-19 dapat membanjiri rumah sakit, karena tidak banyak individu yang akan terinfeksi kedua virus sekaligus.

Musim dingin lalu ketakutan itu tidak terwujud ketika pembatasan Covid-19 sebagian besar membasmi kasus flu. Namun, tahun ini terbukti berbeda.

Pejabat kesehatan mengatakan kemungkinan banyak warga lain telah terinfeksi kedua virus, tetapi belum didiagnosis, situs berita Ynet melaporkan. Meski demikian, seorang dokter di Beilinson mengatakan bahwa kasus flurona yang teridentifikasi relatif ringan.

“Penyakitnya adalah penyakit yang sama. Mereka virus dan menyebabkan kesulitan bernapas karena keduanya menyerang saluran pernapasan bagian atas,” kata Arnon Vizhnitser, direktur departemen ginekologi rumah sakit.

Meski demikian, Kementerian Kesehatan Israel masih mempelajari kasus flurona untuk melihat apakah kombinasi kedua virus tersebut menyebabkan penyakit yang lebih parah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pelayanan Haji 2026 Mendapat Banyak Apresiasi

*) Oleh : Deva BarunaPelaksanaan ibadah haji tahun 2026 mendapat banyak apresiasi dari para jemaahIndonesia maupun berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraannya. Berbagaipembenahan layanan yang dilakukan sejak awal keberangkatan hingga kepulangandinilai memberikan kenyamanan yang lebih baik. Tidak sedikit jemaah yang mengakumerasa lebih tenang karena sistem pelayanan yang semakin tertata dan responsif. Mulai dari proses pemberangkatan di embarkasi, pendampingan selama di Tanah Suci, hingga layanan kesehatan dan konsumsi, semuanya berjalan dengan lebih baikdibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini menjadi gambaran bahwa upayapeningkatan kualitas pelayanan haji terus menunjukkan hasil positif.Salah satu aspek yang paling banyak mendapat perhatian adalah peningkatanpelayanan transportasi dan akomodasi. Jemaah merasakan kemudahan saatperpindahan dari satu lokasi ibadah ke lokasi lainnya karena koordinasi petugas dinilailebih sigap dan terorganisasi. Bus antarjemput yang tersedia lebih teratur sehinggamampu mengurangi kepadatan dan antrean panjang, terutama saat puncakpelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Selain itu, fasilitas penginapanjuga dianggap semakin nyaman dengan kebersihan yang lebih terjaga serta jarak hotel yang relatif dekat dengan pusat kegiatan ibadah. Kondisi ini membuat jemaah, khususnya lanjut usia, merasa lebih terbantu dalam menjalankan rangkaian ibadah haji...
- Advertisement -

Baca berita yang ini