DPR Ingatkan Pemerintah Serius Tanggapi Ancaman Covid-19 dari India

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris meminta pemerintah serius terhadap ancaman nyata penularan Covid-19 dari India.

Apalagi, setelah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, bahwa ada 127 warga India yang masuk ke Indonesia, dan 12 di antaranya positif Covid-19.

Adapun langkah pemerintah dalam mengambil tindakan cepat dengan menutup perjalanan dari India, bagi Charles adalah cara yang tepat.

“Langkah pemerintah memberlakukan larangan masuk bagi pelaku perjalanan dari India sudah tepat,” kata Charles dalam keterangannya, Jumat 23 April 2021.

Namun, ia tetap mengingatkan pemerintah soal ancaman penularan tinggi di Indonesia akibat virus Corona ‘double mutation’ dari India tersebut.

“Ditemukannya 12 orang positif Covid yang datang dari India menunjukkan bahwa ancaman transmisi virus dari India semakin nyata. Terlebih lagi terdapat varian ‘double mutation’ di India yang disinyalir sangat menularkan dibandingkan dengan varian-varian lainnya,” ujar Charles.

“Apabila varian tersebut sampai masuk ke Indonesia maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi penularan yang tinggi melalui adanya peningkatan pergerakan manusia di masa lebaran.”

Sebagai saran, ia meminta pemerintah agar tetap gencar melakukan pengawasan laju penyebaran Covid-19 dari berbagai negara di dunia. Dengan begitu langkah cepat membatasi akses bisa langsung diambil.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sidak Ramadan sebagai Instrumen Stabilitas Pasar

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Setiap memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri, pemerintahmemastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga melaluilangkah pengawasan yang aktif dan terukur. Peningkatan aktivitas konsumsimasyarakat dipandang sebagai momentum positif yang mencerminkan perputaranekonomi yang dinamis. Dalam kerangka tersebut, inspeksi mendadak (sidak) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pangan, memastikandistribusi berjalan lancar, serta menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Kehadiran langsung pemerintah di lapangan menegaskan komitmen kuat dalammelindungi kepentingan masyarakat, memperkuat transparansi rantai pasok, sertamembangun kepercayaan publik terhadap sistem pangan nasional yang tangguhdan responsif. Langkah tersebut terlihat nyata ketika Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Jonggol, yang selama ini dikenal sebagai pasar penyangga bagi wilayah Bogor, Bekasi, hingga Jakarta. Kehadiran pejabat tinggi di titik distribusi akhir menunjukkan bahwapemerintah mengedepankan pengawasan berbasis kondisi riil lapangan. SarwoEdhy menegaskan bahwa selama Ramadan pemerintah tidak boleh lengah dan harus memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, langkah pembenahan akan segera dilakukan di lokasi. Hasil pemantauan memperlihatkan mayoritas komoditas pangan strategis beradadalam kondisi relatif stabil. Harga beras medium lokal berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per...
- Advertisement -

Baca berita yang ini