Jelang Transfer Musim Panas, Bintang Lazio Ini Jadi Rebutan MU dan Chelsea

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bintang Lazio, Sergej Milinkovic-Savic, kini masuk dalam radar dua klub Inggris, Manchester United (MU) dan Chelsea.

Meski kontraknya baru berakhir pada 2024 mendatang, namun performa gemilan Milinkovic-Savic membuat dua klub tersebut ingin memboyongnya di bursa transfer musim panas ini.

Sejauh ini, pemain berusia 26 tahun itu sudah mencetak 8 gol dan 10 assist dalam 28 laga di Serie A musim 2020/2021.

Ia digadang-gadang bakal menggantikan peran Paul Pogba, yang isunya akan meninggalkan Old Trafford.

Sementara Chelsea, mereka telah lama melakukan pembicaraan dengan Lazio terkait Milinkovic-Savic. Musim lalu mereka gagal mendatangkannya, namun tahun ini ternyata The Blues belum mau menyerah.

Laporan mengklaim bahwa MU telah bertanya tentang ketersediaan Milinkovic-Savic musim panas ini, dengan Transfermarkt menilai pemain internasional Serbia itu berbanderol sekitar 63 juta euro.

Hanya saja, MU dan Chelsea harus siap-siap gigit jari, bila Real Madrid juga masuk dalam perburuan.

Sang pemain pada Februari 2021 lalu menyatakan, ia tak akan segan-segan bila yang menawarnya adalah Madrid, karena hal tersebut merupakan impiannya sejak lama.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini