Ditawari Jadi Presiden, Cinta Laura Jawab Seperti Dilan

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Meskipun artis Cinta Laura mampu berbahasa Inggris dengan baik, tetapi dia tidak mau menerima tawaran Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, mengambil kedudukan Jokowi jadi presiden.

Jawaban Cinta jadi mengingatkan kita pada pernyataan Dilan yang terkenal.

“Jadi Presiden itu berat! Biar Pak @jokowi saja!👍” begitu pernyataannya melalui twitter, Selasa 5 Februari 2019, menjawab tawaran Hasto.

Hasto sendiri bukan sengaja menawarkan jabatan itu kepada Cinta, tetapi karena menanggapi kubu Prabowo – Sandi yang mengharapkan ada debat kandidat dalam bahasa Inggris.

Alasan Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto, anggota koalisi Prabowo-Sandi, agar presiden dan wakil presiden Indonesia tidak mengalami miskomunikasi dan salah tafsir saat berdiskusi di kancah internasional.

Menurut Hasto, jika parameter seorang jadi presiden adalah kemampuan bahasa Inggris, Cinta Laura lebih cocok jadi presiden dibanding Prabowo.

Alasannya kemampuan berbahasa Inggris artis berdarah Jerman itu, menurut Hasto, jauh lebih baik daripada Prabowo.

Ternyata, Cinta tidak mampu memikul tanggung jawab sebagai presiden seperti cuitannya tersebut.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini