Dirjen WHO Minta Umat Manusia Waspadai Sejumlah Subvarian Omicron Karena Picu Gelombang Baru Pandemi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan masyarakat dunia segera disiplin lagi dengan protokol kesehatan karena sejumlah subvarian Omicron telah mengakibat lonjakan kasus harian maupun kematian.

Setidaknya gelombang baru tersebut telah terjadi di Eropa dan Amerika Serikat.

“Gelombang baru virus menunjukkan bahwa Covid-19 belum berakhir,” ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Eropa, seperti dikutip dari laman TIME, Kamis 14 Juli 2022, telah menjadi pusat gelombang baru kasus Covid yang disebabkan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Hal itu dipicu dari kegiatan yang menimbulkan kerumunan karena pelonggaran pembatasan sudah dilakukan banyak negara di dunia.

Di Inggris, menurut Kantor Statistik Nasional, diperkirakan 2,1 juta orang atau satu dari 25 orang dites positif Covid-19 pada pekan terakhir Juni.

Beruntung vaksin covid-19 bisa membantu melindungi mereka dari penyakit yang lebih parah lagi.

WHO khawatir walaupun kasus naik, pengamatan terhadap virus dan potensi varian baru menurun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Presiden Gunakan Reshuffle untuk Maksimalkan Capaian Program Strategis

Oleh: Windi Paramitha )*Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Presiden menempatkan reshuffle sebagai instrumen penting untuk menjaga efektivitas pemerintahan di tengah dinamika tantangan yang terus berkembang.Pelantikan pejabat baru yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 27 April 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukanpenyesuaian struktural. Pemerintah memandang penyegaran kabinetsebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja lembaganegara.Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Presiden menegaskanpentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Presidenmenekankan kesetiaan terhadap konstitusi serta tanggung jawab penuhdalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada negara.Struktur kabinet yang diperbarui menghadirkan sejumlah perubahansignifikan pada posisi strategis. Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya, Muhammad Qodari, dipercaya mengemban tugas baru sebagai KepalaBadan Komunikasi Pemerintah. Perubahan ini diarahkan untukmemperkuat koordinasi komunikasi publik.Penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor StafKepresidenan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalianprogram prioritas. Pemerintah menilai pengalaman dan kapasitas Dudung mampu mendukung efektivitas koordinasi lintas sektor.Sektor lingkungan hidup juga mengalami penyesuaian kepemimpinan. Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, diberikan amanahuntuk memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan secarakomprehensif. Pemerintah melihat latar belakangnya sebagai modal dalam memperluas pendekatan kebijakan.Peran Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, tidakdihentikan melainkan dialihkan. Pemerintah menugaskan Hanif sebagaiWakil Menteri Koordinator Bidang Pangan guna mendukung penguatansektor strategis lainnya.Pengangkatan Abdul...
- Advertisement -

Baca berita yang ini