Datang ke Sekayam, BIN Gelar Vaksinasi untuk 450 Orang

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEKAYAM – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kalimantan Barat atau Binda Kalbar menggelar vaksinasi massal di Kabupaten Sanggau. Kegiatan tersebut dilakukan di Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Kecamatan Sekayam dengan menggandeng tenaga kesehatan Kabupaten Sanggau.

Kepala Puskesmas Sekayam Yustina mengatakan bahwa dalam kegiatan hari ini BIN memberikan vaksinasi untuk 300 pelajar dari sejumlah SMP di Kecamatan Sekayam.

“Selain itu, dosis vaksin juga diarahkan untuk pelajar SMPN Lubuk Sabuk, Kecamatan Sekayam,” ujarnya, Jumat 29 Oktober 2021.

Pada kesempatan yang sama, vaksinasi juga mengambil sasaran masyarakat umum yang berjumlah 250 orang.

Pada program percepatan vaksinasi di kawasan perbatasan ini, khususnya di Kecamatan Sekayam, Binda Kalbar setidaknya telah menyiapkan tidak kurang dari 2.000 dosis vaksin.

“Serbuan vaksinasi massa ini terselenggara atas kerjasama BIN, pemerintah daerah dan sejumlah lembaga di perbatasan. Ini merupakan upaya percepatan pencapaian target vaksinasi, khususnya di Sanggau,” katanya.

Yogi, salah seorang pelajar di Sakayam, mengaku awalnya sempat takut untuk divaksinasi. Namun setelah mendapatkan suntikan dosis pertama, ternyata ia tak merasakan efek apapun.

“Awalnya sempat takut jarum suntik, ternyata setelah divaksinasi rasanya tidak sakit,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini