Dana Kampanye Pilkada Tembus Rp 100 Miliar

Baca Juga

MATAINDONESIA, JAKARTA – Seorang calon kepala daerah dapat menghabiskan biaya kampanye senilai Rp 20 miliar – Rp 100 miliar. Hal itu diungkap Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Giri Suprapdiono.

Sementara penelitian Kementerian Dalam Negeri, biaya yang dikeluarkan seorang bupati atau wali kota rata-rata Rp 20 miliar – Rp 30 miliar. Sedangkan untuk gubernur diperkirakan Rp 20 miliar – Rp 100 miliar.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Fritz Edward Siregar mengatakan, mayoritas dana kampanye Pilkada 2020 berasal dari sumbangan pribadi pasangan calon (paslon). Bawaslu telah mengumpulkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) Pilkada 2020.

Biaya-biaya tinggi pada pilkada terjadi saat pendekatan terhadap partai pengusung dan pendukung, sosialisasi, pengamanan atribut kampanye, operasional tim pemenangan serta pendanaan saksi di tiap TPS.

Dia juga mengingatkan agar tidak ada poltik uang selama perhelatan politik terbesar tersebut.

Pada pemilihan gubernur, sumbangan pasangan calon sebesar 43 persen atau setara dengan Rp 11.848.973.250. Sementara bupati dan wali kota, senilai Rp 203.924.190.651 atau setara dengan 57 persen. Sisa dana lainnya berasal dari perorangan, perusahaan swasta, dan partai politik pasangan calon.

“Kondisi seperti ini berpeluang besar menyebabkan tindakan korupsi di kemudian hari untuk mengembalikan modal politik saat kampanye pilkada,” ujar Giri.

Giri mengatakan, hal tersebut diketahui dari pengakuan para kepala daerah yang terjerat operasi tangkap tangan OTT KPK. Mereka yang terjaring OTT mengakui praktik korupsi dilakukan demi mengembalikan secara cepat biaya politik yang sudah dikeluarkan di Pilkada. (Ade Amalia Choerunisa)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Beasiswa Otsus, Jembatan Emas Generasi Papua Menuju Masa Depan Gemilang

Oleh : Natael Pigai )* Beasiswa Otonomi Khusus menjadi salah satu instrumen strategis dalam membangunmasa depan Papua yang lebih cerah dan berdaya saing. Di tengah tantangangeografis, keterbatasan infrastruktur, dan kesenjangan akses pendidikan yang masihdirasakan di sejumlah wilayah, kehadiran beasiswa Otsus menjadi jembatan emas yang menghubungkan generasi muda Papua dengan kesempatan belajar yang lebih luas. Program ini tidak sekadar bantuan finansial, melainkan investasi jangka panjang untukmencetak sumber daya manusia Papua yang unggul, percaya diri, dan mampuberkontribusi nyata bagi kemajuan daerahnya. Esensi utama dari Otsus di bidang pendidikan adalah afirmasi yang berpihak pada Orang Asli Papua agar memperoleh peluang setara dengan daerah lain. Melaluibeasiswa Otsus, banyak pelajar Papua mendapat akses ke perguruan tinggi berkualitasdi dalam dan luar negeri. Kesempatan tersebut memperluas wawasan, membentukkarakter kepemimpinan, serta menumbuhkan jejaring global yang kelak bermanfaatbagi pembangunan Papua. Pendidikan menjadi jalur strategis untuk memutus rantaikemiskinan struktural sekaligus membuka mobilitas sosial yang lebih luas. Kisah para penerima beasiswa Otsus memperlihatkan dampak konkret dari kebijakanini. Cecilia Novani Mehue merupakan salah satu contoh bagaimana program afirmasipendidikan mampu mengubah arah hidup generasi muda Papua. Dengan latarbelakang keluarga sederhana, ia menempuh pendidikan sarjana dan magister di Amerika Serikat selama bertahun-tahun melalui dukungan beasiswa Otsus....
- Advertisement -

Baca berita yang ini