CFD Perdana Evaluasi Ini Agar Covid-19 Tak Melonjak Lagi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Banyaknya masyarakat yang tidak memindai aplikasi PeduliLindungi saat menghadiri Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di Kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta, hari Minggu 22 Mei lalu, menjadi bahan evaluasi Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, Rabu 25 Mei 2022.

Itu adalah HBKB perdana setelah selama dua tahun ditiadakan karena pandemi covid-19.

“Padahal, hal ini merupakan syarat untuk masuk wilayah CFD seperti yang diatur pemerintah. Masih banyak pengunjung yang belum melakukan scan QR Code PeduliLindungi,” kata Syafrin.

Menurut catatan, antusias masyarakat menghadiri CFD di pusat Jakarta tersebut terbilang tinggi.

Ada sekitar 27 ribu orang yang berolahraga di sana.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini