Catatan-catatan Negatif usai Liverpool Tumbang

Baca Juga

MATA INDONESIA, LIVERPOOL – Penampilan Liverpool, juara bertahan Liga Premier Inggris, sedang menurun drastis. Usai kalah dari Chelsea, Si Merah menorehkan catatan-catatan negatif.

Liverpool dikalahkan Chelsea 0-1, Jumat 5 Maret 2021 dini hari WIB di Anfield dalam lanjutan Liga Premier Inggris. Gol tunggal The Blues dicetak Mason Mount.

Kekalahan yang membuat kans The Anfield Gank tampil di Liga Champion musim depan terancam. Kini, The Reds ada di posisi tujuh dengan 43 poin atau terpaut empat poin dari Chelsea di peringkat empat, spot terakhir lolos ke Liga Champions.

Ada beberapa catatan negatif yang tercipta setelah klub asal Merseyside tumbang di tangan Chelsea, di antaranya:

1. Liverpool hanya bisa satu kali mencetak gol di babak pertama dalam 12 pertandingan terakhir di Liga Premier Inggris meskipun mampu melepaskan 78 tendangan dimana 25 di antaranya tepat sasaran.

2. Liverpool menelan lima kekalahan beruntun di Anfield untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

3. Sejak memasuki 2021, tim besutan Jurgen Klopp menjadi tim paling sedikit keempat yang meraih poin di Liga Premier Inggris yakni 10. Mereka hanya unggul dari West Bromwich (9), Newcastle (tujuh), dan Southampton (4).

“Lima laga kandang tanpa kemenangan, itu sangat jauh dari kata memuaskan. Kami benar-benar tidak cukup bagus, karena pertandingan berjalan tidak sesuai keinginan kami,” ujar bek Liverpool, Andy Robertson, dikutip dari BBC, Jumat 5 Maret 2021.

“Kami tak boleh mengandalkan masa lalu. Musim lalu sudah berakhir. Kami tidak seperti Liverpool biasanya. Kami semakin menurun jauh dan ini jelas tidak bagus,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sidak Ramadan sebagai Instrumen Stabilitas Pasar

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Setiap memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri, pemerintahmemastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga melaluilangkah pengawasan yang aktif dan terukur. Peningkatan aktivitas konsumsimasyarakat dipandang sebagai momentum positif yang mencerminkan perputaranekonomi yang dinamis. Dalam kerangka tersebut, inspeksi mendadak (sidak) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pangan, memastikandistribusi berjalan lancar, serta menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Kehadiran langsung pemerintah di lapangan menegaskan komitmen kuat dalammelindungi kepentingan masyarakat, memperkuat transparansi rantai pasok, sertamembangun kepercayaan publik terhadap sistem pangan nasional yang tangguhdan responsif. Langkah tersebut terlihat nyata ketika Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Jonggol, yang selama ini dikenal sebagai pasar penyangga bagi wilayah Bogor, Bekasi, hingga Jakarta. Kehadiran pejabat tinggi di titik distribusi akhir menunjukkan bahwapemerintah mengedepankan pengawasan berbasis kondisi riil lapangan. SarwoEdhy menegaskan bahwa selama Ramadan pemerintah tidak boleh lengah dan harus memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, langkah pembenahan akan segera dilakukan di lokasi. Hasil pemantauan memperlihatkan mayoritas komoditas pangan strategis beradadalam kondisi relatif stabil. Harga beras medium lokal berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per...
- Advertisement -

Baca berita yang ini