Bupati Bogor: Puncak dan Gunung Salak Bogor Masuk Zona Merah Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Bupati Bogor, Ade Yasin menegaskan bahwa wilayah Kabupaten Bogor khususnya kawasan Puncak dan Gunung Salak telah menjadi zona merah penularan covid-19.

Untuk itu dirinya meminta masyarakat yang hendak menghabiskan libur akhir tahun, tidak datang ke Bogor.

Secara keseluruhan, dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor hanya Kecamatan Sukamakmur dan Tenjo yang masih berada dalam zona oranye.

“Sementara 38 kecamatan lainnya itu zona merah. Terutama Puncak yang meliputi Kecamatan Ciawi, Megamendung dan Cisarua. Di Cigombong dan Caringin juga (zona) merah,” katanya.

Ade pun mengimbau masyarakat untuk menahan diri dengan tidak beraktivitas di luar rumah selama libur natal dan tahun baru kali ini. Selain memberi peringatan dini mengenai tingginya kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Bogor, Ade juga mewajibkan seluruh wisatawan membawa surat hasil rapid test antigen, jika memaksa ingin berlibur.

Selain itu, Pemkab Bogor menerapkan kebijakan khusus pada dua sesi libur panjang kali ini, yakni pada 24-27 Desember dan 31 Desember hingga 3 Januari 2021. Dan dua sesi tersebut, ada kebijakan khusus terutama soal jam operasional malam hari.

“Selain wajib bawa surat hasil rapid antigen, ada kebijakan khusus di dua sesi itu. Kita paksa jam operasional hanya sampai pukul 19.00 WIB. Baik restoran, hingga minimarket. Di luar jam itu, diberlakukan PSBB normal,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pelayanan Haji 2026 Mendapat Banyak Apresiasi

*) Oleh : Deva BarunaPelaksanaan ibadah haji tahun 2026 mendapat banyak apresiasi dari para jemaahIndonesia maupun berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraannya. Berbagaipembenahan layanan yang dilakukan sejak awal keberangkatan hingga kepulangandinilai memberikan kenyamanan yang lebih baik. Tidak sedikit jemaah yang mengakumerasa lebih tenang karena sistem pelayanan yang semakin tertata dan responsif. Mulai dari proses pemberangkatan di embarkasi, pendampingan selama di Tanah Suci, hingga layanan kesehatan dan konsumsi, semuanya berjalan dengan lebih baikdibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini menjadi gambaran bahwa upayapeningkatan kualitas pelayanan haji terus menunjukkan hasil positif.Salah satu aspek yang paling banyak mendapat perhatian adalah peningkatanpelayanan transportasi dan akomodasi. Jemaah merasakan kemudahan saatperpindahan dari satu lokasi ibadah ke lokasi lainnya karena koordinasi petugas dinilailebih sigap dan terorganisasi. Bus antarjemput yang tersedia lebih teratur sehinggamampu mengurangi kepadatan dan antrean panjang, terutama saat puncakpelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Selain itu, fasilitas penginapanjuga dianggap semakin nyaman dengan kebersihan yang lebih terjaga serta jarak hotel yang relatif dekat dengan pusat kegiatan ibadah. Kondisi ini membuat jemaah, khususnya lanjut usia, merasa lebih terbantu dalam menjalankan rangkaian ibadah haji...
- Advertisement -

Baca berita yang ini