Brian Edgar Nababan yang Membawa Binomo ke Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Siapa orang yang membawa perusahaan judi online Binomo ke Indonesia?

Ternyata Brian Edgar Nababan (BEN) yang membawa perusahaan berkedok investasi itu ke Indonesia. Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri membongkar asal mula Binomo masuk Tanah Air.

”Iya, awalnya kita kan enggak tahu nih Binomo ini di Indonesia apa Rusia. Tapi, setelah tertangkapnya tersangka BEN ini memang Binomo di Rusia itu masuk ke Indonesia melalui BEN,” kata Kasubdit II Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Chandra Sukma Kumara di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 7 April 2022.

Menurut Chandra, Brian menggerakkan Binomo di Indonesia melalui 404 Grup. Dia menjadi pegawai 404 Grup dari 2018-2020.

”Si BEN ini yang memang menjadi penghubung antara Binomo, 404 Grup, terus ke Indonesia,” ungkap Chandra.

Brian lah orang yang menggaet influencer-influencer untuk mempromosikan Binomo kepada masyarakat Indonesia. Orang pertama yang dijadikan affiliator Binomo pada 2019 ialah Fakar Suhartami Pratama alias Fakarich.

Fakar Suhartami Pratama alias Fakarich.
Fakar Suhartami Pratama alias Fakarich.

”Fakar kemudian menggaet IK (Indra Kenz),” ujar dia.

Menurut Chandra, Brian mengaku baru merekrut Fakar dan Indra Kesuma alias Indra Kenz sebagai affiliator Binomo. Namun, polisi tak serta-merta memercayai manajer Binomo Indonesia itu.

”Kita terus dalami data ataupun digital forensik, kita terus dalami. Karena orang itu enggak mungkin ngomong atau mengaku, begitu sudah kita sodorin angka baru dia ngaku, dari uang pun awalnya dia enggak mengaku, kita sodorin data baru oh iya pak,” tutur Chandra.

Di sisi lain, pihaknya tak terlalu banyak bicara soal uang 7,9 juta euro yang mengalir ke rekening pemilik Binomo yang berada di Kepulauan Karibia. Menurutnya, banyak bicara bisa mempersulit penyidikan.

”Bukan kita irit atau apa terkait uang yang ke luar negeri atau apa. Itu kita keep betul. Karena takutnya begitu ketahuan, dia bakal lari lagi dan terus terang itu sudah terjadi,” kata Chandra.

Dia menyebut ada target yang hilang usai informasi menyebar ramai. Maka itu, dia tak lagi banyak bicara dengan awak media agar bisa segera menuntaskan kasus investasi bodong itu hingga ke dalangnya.

“Jadi ada yang sudah mau kita freeze, karena kan kita urus ini enggak serta-merta begitu kan, apalagi yang di luar negeri agak repot kan, kita harus mengklarifikasi dengan ada informasi di luar negeri udah hilang, itu kita lemas bener deh udah ngintip lama-lama,” tutur dia.

Chandra mulai lega karena telah menemukan benang merahnya dengan menangkap Brian Edgar Nababan. Sebelumnya, dia mengaku masih menerka-nerka keberadaan Binomo tersebut apakah di Indonesia atau di luar negeri.

“Sekarang sudah ada benang merahnya, tapi kita masih terus menggali lagi siapa mastermind-nya,” ungkap Chandra.

Dia menduga mastermind Binomo itu berada di Rusia. Sebab, Brian bekerja di 404 Grup yang terafiliasi dengan Binomo di Rusia. Untuk menempatkan Binomo di Indonesia.

Polisi menangkap Brian di Vila Seminyak, Bali pada Kamis, 31 Maret 2022. Dia langsung masuk Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan sejak Jumat, 1 April 2022.

Brian Edgar terjerat Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 27 ayat 2 dan/atau Pasal 45 A ayat (1) jo 28 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pasal 3, Pasal 5, dan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dan/atau Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 KUHP. Ancaman hukumannya 20 tahun penjara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Upaya Bersama Diperlukan untuk Jaga Situasi Kondusif Saat Idul Fitri

Oleh: Hafidz Ramadhan Pratama Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, dinamika sosial, serta potensi kerawanan keamanan, kebutuhan akan sinergi lintas sektor menjadisemakin mendesak untuk diwujudkan secara konkret. Stabilitas keamanan dan ketertibanmasyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan jugamemerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga peran strategismedia sebagai penyampai informasi yang membentuk persepsi publik. Dalam konteks ini, menjaga suasana kondusif bukan sekadar upaya teknis, tetapi juga merupakan bagian darikomitmen kolektif dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasiantara kepolisian dan media melalui momentum buka puasa bersama insan pers yang tergabungdalam Pokja Polda Jatim. Kegiatan yang turut dihadiri Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce serta jajaran pejabat utama tersebut menjadi simbol bahwa komunikasi yang terbuka dansinergitas yang solid merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya saatada agenda nasional dan Idul Fitri. Dalam pandangannya, insan pers memiliki posisi strategissebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepadamasyarakat, sehingga mampu mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan. Irjen Nanang Avianto juga melihat bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampaiinformasi semata, tetapi juga berperan sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang. Dalam situasi yang rawan terhadap provokasi dan penyebaran informasi yang tidakterverifikasi, media diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang edukatif sertamembangun opini publik yang konstruktif. Dengan demikian, masyarakat tidak mudahterpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu keresahan atau konflik. Ia menekankan bahwaketerbukaan informasi publik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkantransparansi dan akuntabilitas, yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan masyarakatterhadap institusi negara. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Wakil Gubernur Abdullah Vanath turutmengingatkan pentingnya menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama, terutama karena perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Abdullah Vanath menilai bahwa masyarakat Maluku memiliki pengalaman panjangdalam menjaga kebersamaan, sehingga diharapkan mampu mempertahankan kondisi yang amandan damai. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini telah menunjukkan kedewasaan dalamkehidupan sosial, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecahbelah persatuan. Abdullah Vanath juga mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus dijadikan pelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat untukkembali pada situasi yang pernah menimbulkan perpecahan. Justru, momentum perayaankeagamaan harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan saling menghormati. Dalam konteks ini, toleransi bukan hanya menjadi konsep normatif, tetapi harus diwujudkandalam sikap nyata, seperti menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing umat beragama. Langkah konkret juga ditunjukkan melalui koordinasi yang dilakukan Pemerintah ProvinsiMaluku dengan forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh agama, serta aparat keamanan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Pendekatankolaboratif ini menunjukkan bahwa stabilitas tidak dapat dicapai secara parsial, melainkanmelalui kerja sama yang terintegrasi. Hal senada juga disampaikan Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Edy Murbowo S.I.K. M.Si. yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan danketertiban wilayah saat perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam keterangannya, Irjen Edy Murbowo menekankan pentingnya menjagakebersamaan dan memperkuat nilai-nilai toleransi sebagai fondasi utama dalam menciptakanstabilitas keamanan. Ia menilai bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hiduprukun, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan. Irjen Edy Murbowo juga melihat bahwa momentum perayaan dua hari besar keagamaan yang berdekatan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Iamengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing agar tetapaman dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan tertib dan penuhkedamaian. Seruan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggungjawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah telah menunjukkan berbagai capaian signifikan dalammenjaga stabilitas nasional, mulai dari keberhasilan mengendalikan inflasi terutama saat haribesar keagamaan, peningkatan efektivitas pengamanan arus mudik melalui koordinasi lintasinstansi, hingga penguatan layanan publik berbasis digital yang semakin memudahkanmasyarakat dalam mengakses informasi dan layanan. Selain itu, upaya memperkuat moderasiberagama serta pendekatan humanis yang dilakukan aparat keamanan juga berkontribusi dalammenciptakan suasana yang lebih kondusif di berbagai daerah, sehingga kepercayaan publikterhadap pemerintah terus meningkat. Dengan melihat berbagai upaya yang telah dilakukan oleh aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa menjaga situasi kondusif saat Idul Fitrimembutuhkan komitmen bersama yang berkelanjutan. Sinergi antara media, pemerintah, danmasyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, meningkatkantoleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai, sehinggamomentum Idul Fitri benar-benar menjadi ajang mempererat kebersamaan dan memperkuatharmoni sosial di Indonesia. *) Peneliti Keamanan Dalam Negeri dan Komunikasi Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini