BIN Gelar Vaksinasi Door to Door untuk 340 Orang di Bontomanai

Baca Juga

MATA INDONESIA, GOWA – Badan Intelejen Negara (BIN) Daerah Sulawesi Selatan atau Binda Sulsel bekerjasama dengan pemerintah Kelurahan Bontomanai, Kabupaten Gowa, menggelar kegiatan vaksinasi door to door.

Kegiatan vaksinasi yang ibertempat di Kantor Lurah Bontomanai, Jalan Poros Malino, Kecamatan Bonto Marannu, Kabupaten Gowa tersebut berhasil mencapai 340 orang dari target 750 orang.

Lurah Bontomanai, Ilham Halim pun berterimakasih atas bantuan vaksinasi dari Binda Sulsel.

“Saya mewakili seluruh masyarakat Bontomanai menyampaikan sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada BIN yang telah menggandeng pemerintah Kelurahan Bontomanai dalam melakukan kegiatan vaksinasi massal,” ujarnya, Senin 13 September 2021.

“Syukur Alhamdulillah kegiatan vaksinasi ini berlangsung dengan aman. Target kami memang 750 orang, dan tahap ini sudah 340 orang divaksin,” lanjutnya.

Kegiatan tersebut ditinjau langsung oleh Sekda Kabupaten Gowa Dra. Kamsinah, perwakilan BINDA Sulsel Rian Meka, Lurah Bontomanai Ilham Halim, dan Asisten Administrasi Umum Firman Jamaluddin.

Vaksinasi ini juga dihadiri Hj. Rumaisa SKM. MM (Plt Kadis Pmd Gowa), Ir. Mahmuddin M.si, M.H (Kabag Hukum), Junaedi M.si, (Plt Kadis Perikanan), Indra Setiawan (Kadis PTSP), dan Mappasomba (Kakesbangpol Gowa).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini