Berita Duka, Jenderal Kivlan Zen Tergolek di RSPAD Karena Penyakit Kronis

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jenderal pendukung Prabowo Subianto, Kivlan Zen dikabarkan sedang tergolek lemah di RSPAD karena menderita penyakit kronis paru-paru yang mengakibatkan asma.

Hal itu diungkapkan kuasa hukum Kivlan, Tonin Tachta. Menurutnya Kivlan dirawat sejak Selasa 18 Februari 2020 malam.

“Membutuhkan waktu istirahat setidaknya untuk 10 hari,” kata Tonin yang dikutip Jumat 21 Februari 2020.

Maka, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menunda pembacaan putusan sela terhadap kasus Kivlan hingga yang bersangkutan sembuh.

Kondisi Kivlan diketahui saat akan mengikuti sidang dengan terdakwa Azwarni dalam kasus kepemilikan senjata. Pada Rabu 5 Februari 2020 itu jenderal purnawirawan bintang dua itu seharusnya didengar keterangannya sebagai saksi.

Untuk menjadi saksi pada perkara itu Kivlan harus menunggu selama tiga jam sebelum sidang dibuka.

Ketika sidang dimulai dia mengatakan kondisi kesehatannya tidak memungkin lagi mengikuti sidang. Sehingga jaksa penuntut umum perkara itu setuju agar sidang ditunda.

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini