Bantuan Negara Sahabat untuk Atasi Lonjakan Covid19 Berdatangan, Jumat Ini dari PEA

Baca Juga

​MATA INDONESIA, JAKARTA – Skenario meminta bantuan negara-negara sahabat seperti diungkapkan Koordinator Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Luhut Binsar Pandjaitan sudah terjadi beberapa hari terakhir. Pada Jumat 16 Juli 2021, bantuan masih berdatangan.

Kali ini dari Persatuan Emirat Arab (PEA) atau Uni Emirat Arab berupa vaksin, oksigen dan alat kesehatan.

“Sebelumnya, Rabu 14 Juli 2021 mendapat bantuan oxygen concentrator dari Singapura,” begitu pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri yang dikutip 16 Juli 2021.

Bantuan yang datang dari PEA hari ini adalah gelombang pertama berupa:

250.000 dosis vaksin Sinopharm;
450 unit tabung oksigen 40 liter;
150 unit konsentrator oksigen portable; dan
20 ton peralatan pengaman medis (APD, masker, sarung tangan, dan lain-lain)
​Sementara dukungan dari Pemerintah Singapura, meliputi:

250 tabung oksigen isi kapasitas 50 liter;
2 buah ISO Tank;
570 Oxygen Concentrator;
600 nasal cannula; dan
600 bubble humidifier.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini