Ayo Perkuat Kekuatan Laut Indonesia!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Semboyan Jalesveva Jayamahe yang berarti ‘Di Lautan Kita Jaya’ merupakan istilah yang menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang kuat di perairan.

Maka dengan mengacu pada aturan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982, Indonesia mampu mempertahankan kedaualatannya di perairan. Seperti halnya para nelayan asing yang berasal dari negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam, Thailand, Fiipina dan China tentu berpikir berkali-kali untuk masuk ke wilayah perairan Indonesia.

Terbukti pada masa pemerintahan Joko Widodo tepatnya pada periode pertama, Indonesia berhasil memperlihatkan ketegasannya di perairan dengan menenggelamkan 558 kapal nelayan asing.

Namun pada periode Desember 2019-Januari 2020, sejumlah kapal nelayan dari Tiongkok mulai memasuki wilayah perairan Indonesia, yaitu Natuna. Badan Keamanan Laut (Bakamla) tidak tinggal diam dengan bergegas menghalau kapal nelayan tersebut menjauhi perairan Indonesia.

“Mereka mengklaim bahwa ini adalah yurisdiksi Republik Rakyat Tiongkok, mereka patroli. Kami klaim bahwa ini adalah ZTE (Zona Tangkap Eksklusif) Indonesia, Laut Natuna Utara, dan mereka harus keluar dari sini,” kata Kabag Humas dan Protokol, Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita.

Kini perairan Indonesia tidak hanya mengalami ancaman dari kapal-kapal asing melainkan adanya drone nirawak, atau sea glider di perairan Selayar. Temuan ini mengindikasikan bahwa keamanan perairan di Indonesia harus diperkuat sebagai bentuk komitmen untuk menjaga kedaualatan negara.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini