Aksi Profit Taking Bakal Bikin IHSG Balik ke Zona Merah

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau tolok ukur sejumlah transaksi saham di BEI diramalkan bakal berbalik melemah pada perdagangan Jumat 30 Agustus 2019.

Sebagaiperbandingan, pada akhir perdagangan Kamis kemarin, IHSG menguat 0,12 persen ke level 6.289,12.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan pun memprediksi IHSG bakal melemah dengan support (level bawah IHSG) di kisaran 6.274 hingga 6.260. sementara resistance (level atas IHSG) akan berada pada kisaran 6.305 hingga 6.322.

“Secara teknikal candlestick IHSG tertahan setelah menguji resistance di sekitar area moving average, indikator stochastic bergerak menyempit di area overbought mengindikasikan peluang penguatan semakin menyempit sehingga rawan terjadi profit taking (ambil untung),” ujarnya dalam riset Kamis sore.

Selain itu, sentimen global diperkirakan masih akan mempengaruhi pergerakan. Aksi ambil untung dari investor akan berlanjut, kata Dennies, untuk mengantisipasi risiko ditengah tingginya volatilitas dan ketidakpastian dari sentimen global.

Ia juga menyertakan sejumlah saham rekomendasi untuk transaski Jumat ini yaitu saham PT Astra International Tbk (ASII), saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini