Akhirnya, Robert Pattinson Resmi Perankan Batman

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Setelah sempat simpang siur, akhirnya Robert Pattinson resmi didaulat oleh Warner Bros sebagai pemeran baru Batman dalam film yang akan datang.

Kabarnya, Pattinson sudah menandatangani kesepatakan itu pada Jumat 31 Mei 2019 waktu setempat. Artinya, Pattinson akan mulai syuting untuk film The Batman akhir tahun ini.

Sebelumnya, pihak Warner Bros dikabarkan kesulitan memilih pemeran yang cocok untuk tokoh Batman, setelah Ben Afleck. Pattinson bukan satu-satunya calon tunggal, ia harus bersaing dengan Nicholas Houltstill dalam serangkaian tes.

Ajaibnya, Pattinson adalah pemeran Batman termuda sepanjang sejarah. Ia kini baru menginjak usia 33 tahun dan akan siap dipimpin oleh sutradara Matt Revees yang dipercaya menggarap The Batman.

Seperti diketahui, Pattinson adalah aktor yang namanya melejit berkata perannya sebagai Edward Cullen dalam trilogi Twilight. Ia menjadi idola anak-anak muda saat trilogi itu meledak di dunia.

Jadi, akankah akting Pattinson juga akan lebih baik dari para pendahulunya, terutama Ben Afleck?

Berita Terbaru

Akselerasi Pembangunan Papua untuk Keadilan yang Merata

Oleh: Andreas Wakerkwa)*Upaya akselerasi pembangunan di Papua terus menjadi prioritas strategispemerintah dalam rangka mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN), pembangunan di wilayah Papua tidak lagi dipandang semata sebagai proyek infrastruktur, melainkansebagai langkah komprehensif yang bertujuan menciptakan kesejahteraan yang merata, inklusif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini menempatkan masyarakatsebagai pusat pembangunan, sehingga setiap kebijakan yang dijalankan diharapkanmampu menjawab kebutuhan riil masyarakat setempat.Ketua Lembaga Pengembangan Generasi Papua (Lempeng Papua), Pastor Catto Y. Mauri, S.Th., mengatakan bahwa PSN merupakan fondasi penting dalammendorong transformasi pembangunan di Papua. Ia memandang bahwapembangunan yang tengah berlangsung bukan sekadar pembangunan fisik sepertijalan, jembatan, atau fasilitas publik lainnya, melainkan bagian dari upaya besaruntuk membuka akses, meningkatkan kualitas hidup, serta memperkuat daya saingmasyarakat Papua di berbagai sektor.Menurutnya, pembangunan yang inklusif harus melibatkan partisipasi aktif seluruhelemen masyarakat. Oleh karena itu, dukungan kolektif menjadi kunci keberhasilanimplementasi PSN di Papua. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat lokal diyakini mampu mempercepat tercapainya tujuanpembangunan yang berkeadilan. Dalam konteks ini, masyarakat tidak hanyamenjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang memiliki peran strategis dalammenentukan arah dan keberhasilan program.Lebih lanjut,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini