230 KPPS Gugur, TKN: Mereka Syahid!

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia saat menjalankan tugas Pemilu 2019 menimbulkan keprihatinan di kubu TKN Jokowi-Ma’ruf.

Direktur Relawan TKN, Maman Imanulhaq berkata KPPS yang meninggal dunia saat bertugas mengawal pemilu tergolong mati syahid dan dijamin masuk surga.

“Mereka syahid karena berjuang keras dan ikhlas mengawal demokrasi,” ujar Maman di Cirebon, Jumat 27 April 2019.

Data terbaru dari KPU menyebut, sampai Jumat 27 April 2019, total jumlah KPPS yang meninggal dunia saat dan setelah Pemilu 2019 mencapai 230 orang.

Maman meyakini, seluruh anggota KPPS yang mengikhlaskan dirinya untuk demokrasi pasti menginginkan proses yang baik agar menghasilkan pemimpin dan wakil rakyat yang baik juga.

Ia menegaskan, TKN Jokowi-Ma’ruf juga ikut berduka sedalam-dalamnya dan merasa prihatin atas banyaknya KPPS yang tertimpa musibah, baik wafat maupun sakit.

“Semoga mereka dapat rahmat dan maghrifah Allah,” ujar Maman.

Mewakili TKN< Maman mendorong pemerintah agar peduli dengan memberi santunan bagi keluarga petugas KPPS yang ditinggalkan.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini