Mari Bersepeda, Hari Ini World Bicycle Day

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 3 Juni sebagai World Bicycle Day atau Hari Sepeda Sedunia. Peringatan yang disepakati dalam pertemuan rutin Majelis Umum PBB pada 12 April 2018 tersebut diadopsi oleh 193 negara anggota.

Setelah itu, 3 Juni 2018 adalah pertama kalinya diperingati sebagai World Bicycle day. Ide dibalik Hari Sepeda Sedunia adalah Professor Leszek Sibilski yang membangun kampanye perlunya Hari Sepeda melalui kelas Sosiologi yang diampunya. Pada Februari 2015, Leszek Sibilski juga membuat tulisan di blog yang ditujukannya kepada Bank Dunia dengan judul “Cycling Is Everyone’s Business.” Lalu di bulan yang sama di tahun 2016, ia kembali membuat tulisan berjudul “Why is there no world day for the bicycle?”

Sebulan berikut, Maret 2016, Sibilski berbicara dalam forum “Scientists for Cycling” colloquium di Taipei, Taiwan dan menjelaskan pentingnya World Bicycle Day.Ide tersebut akhirnya mendapatkan dukungan dari Turkmenistan dan 56 negara lainnya.

Dalam wawancaranya dengan World Bank, Professor Sibilski sempat mengutarakan idenya tersebut kepada duta besar PBB dari negara yang ramah pesepada, tetapi justru ide tersebut ditolak. Penolakan ini pada awalnya sempat menyurutkan niat dari organisasi-organisasi yang menginginkan adanya Hari Sepeda Sedunia. (Mutiara Putri Kinasih)

Berikut tampilan beberapa pesepeda yang merayakan Hari Sepeda Sedunia :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini