Usai Putuskan Berhijrah, Begini Kondisi Ki Joko Bodo Sekarang

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Beberapa waktu silam, publik dikejutkan dengan perubahan drastis Ki Joko Bodo. Ia memutuskan untuk berhijrah dan perlahan mulai meninggalkan kehidupannya sebagai paranormal.

Popularitasnya sebagai paranormal kondang pun kian meredup. Wajahnya tak lagi sering menghiasi layar kaca.

Namun, baru-baru ini Ki Joko Bodo kembali muncul dengan kondisi yang semakin berbeda. Kabar terbaru mengenai Ki Joko Bodo ini terungkap dalam tayangan program Selebrita Pagi di Youtube Trans7 Official pada Minggu, 12 Mei 2019.

Dalam tayangan video tersebut, penampilan Ki Joko Bodo terlihat berubah signifikan. Tak ada lagi rambut gondrong dan busana serba hitam yang identik dengan dirinya. Wajahnya kini terlihat bersih tanpa kumis dan jenggot.

Ia telah berhijrah dan kini tengah sibuk mendalami agama Islam. “Kalau dulu masih mencari Tuhan, sekarang sudah menemukan Tuhan. Ibaratnya seperti itu,” kata Ki Joko Bodo, dikutip Senin, 13 Mei 2019.

Dalam wawancara di tayangan tersebut, sosok Ki Joko Bodo pun terlihat berubah menjadi religius. Ia tampak rajin beribadah, keliling dari masjid ke masjid di sekitar rumahnya di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Diakui Ki Joko Bodo, ia pun kini tengah fokus menanamkan nilai-nilai agama kepada 10 anak-anaknya.

“Aku punya anak 10. Jadi pendidikan agama sangat penting untuk anak-anak supaya anak-anak bisa beradab berakhlak, jadi tidak maunya sendiri,” katanya.

Ia mengungkapkan, semua anaknya diwajibkan belajar agama secara rutin sehingga pengetahuan keislaman mereka bisa jauh lebih baik daripada dirinya. “Baca Al Quran, suruh ngaji, kemudian shalat dan sebagainya. Malah lebih pinter anakku daripada aku,” ujar Ki Joko Bodo.

Yang menarik, Ki Joko Bodo juga telah mewakafkan salah satu rumahnya untuk dijadikan masjid. Rumah tersebut adalah tempatnya dahulu membuka praktik paranormal.

“Kalau zaman dulu kan banyak kepentingan pribadinya. Saat-saat ini kita mengabdi untuk masyarakat,” katanya.

Berita Terbaru

Pengalihan Distribusi Minyakita: Masyarakat Lebih Mudah Dapatkan Minyak Goreng Terjangkau

Oleh : Nindia Rizki Fitri*Pemerintah mempertegas komitmennya dalam menjaga keterjangkauan kebutuhan pokokmasyarakat melalui kebijakan pengalihan seluruh pasokan Minyakita ke pasar rakyat. Langkahtersebut menjadi strategi yang tepat untuk memastikan minyak goreng bersubsidi benar-benardapat diakses oleh masyarakat luas, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawahyang selama ini sangat bergantung pada ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Kebijakan ini juga mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki tata keloladistribusi pangan agar lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab berbagai tantanganyang muncul di lapangan.Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa seluruh pasokan Minyakita kinidifokuskan untuk pasar rakyat sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau. Kebijakan ini sekaligus menghentikan alokasi Minyakita untukprogram bantuan pangan dan mengarahkan distribusinya langsung kepada konsumen melaluijaringan perdagangan rakyat. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah berupayamemastikan komoditas strategis ini hadir di tempat yang paling dekat dengan kebutuhanmasyarakat sehari-hari.Pengalihan distribusi ini juga memperlihatkan adanya pendekatan yang lebih adaptif dalampengelolaan bantuan pangan. Pemerintah tidak lagi bergantung pada satu jenis komoditastertentu, melainkan menyesuaikan bantuan dengan kondisi pasar dan kebutuhan masyarakat. Ketika harga suatu komoditas mengalami penurunan, pemerintah dapat melakukan penyerapanmelalui berbagai program sosial, termasuk program Makan Bergizi Gratis. Pendekatan ini tidakhanya membantu menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memberikan perlindungan kepadapetani dan peternak agar harga produk mereka tetap stabil.Dari perspektif ekonomi rakyat, keberadaan Minyakita di pasar tradisional memiliki arti yang sangat penting. Pasar rakyat masih menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia, terutama di daerah-daerah yang belum sepenuhnya terjangkau oleh jaringan ritel modern. Dengan memastikan pasokan Minyakita tersedia secara memadai di pasar rakyat, pemerintahsecara tidak langsung memperkuat peran pasar tradisional sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Pedagang kecil memperoleh kepastian pasokan, sementara masyarakat mendapatkan aksesterhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.Keberhasilan kebijakan ini tentu tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Kementerian Perdagangan terus melakukan koordinasi dengan produsen,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini