Tak Hanya Fela, 7 Wanita Cantik ini Rela Lelang Keperawanan di Situs Online

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Fela menjadi perbincangan usai rela lelang keperawanannya di situs online, namun ia tak sendiri 7 wanita cantik ini juga lakukan hal yang sama.

Baru-baru ini beredar sebuah video dari gadis bernama Fela yang melelang keperawanannya di sebuah situs. Dalam video itu pula Fela menjelaskan alasan dirinya nekad menjual keperawanannya itu. Masalah ekonomi adalah alasan terbesarnya.

Disebut dalam situs Cinderella Escorts bahwa seorang politisi asal Jepang memenangkan lelang itu. Keperawanan Fela disebut telah laku 1,2 juta Euro atau setara Rp 19 miliar. Cinderella Escorts memang dikenal sebagai situs kencan yang menjual banyak gadis. Fela bukan wanita satu-satunya, ada sejumlah kasus serupa yang terjadi.

Seperti dirangkum dari berbagai sumber, Selasa 26 Februari, berikut ini 7 kasus nekat jual keperawanan di situs kencan:

  1. Demi modal usaha
Jasmine, lelang keperawanan untuk modal usaha

Seorang mahasiswi asal London, Inggris yang kala itu berusia 26 tahun nekat menjual keperawanannya. Dilansir dari laman Daily Mail, wanita tersebut diketahui bernama Jasmine. Ia sengaja mendaftarkan namanya ke dalam situs Cinderella Escort yang bermarkas di Jerman.

Cinderella Escort sendiri adalah situs lelang perawan. Ada banyak perempuan yang tertera dalam daftar, lengkap beserta foto. Penawaran yang diminta oleh Jasmine terbilang fantastis. Ia menjual keperawannya dengan harga 90 ribu pound sterling atau setara dengan Rp 1,6 miliar. Bahkan, ia berharap ada seseorang yang dapat memberi harga lebih.

Ingin membuka bisnis baru dan membutuhkan modal adalah salah satu alasan utama Jasmine nekat melelang dirinya. Ia pun mengklaim, bahwa kedua orangtuanya setuju dengan upaya yang ia lakukan.

2. Demi jadi dokter

Ariana

Ariana nama si mahasiswi asal Rusia. Usianya 20 tahun dan ia ingin kuliah jurusan kedokteran di luar negeri. Namun, apa daya, biaya tidak ada. Tak kurang akal, Ariana memilih cara yang terbilang ekstrim: menjual mahkota kehormatannya.

Lewat sebuah situs yang menjual jasa layanan esek-esek, Ariana menawarkan tubuhnya kepada lelaki hidung belang berkantong tebal. Tak tanggung-tanggung, Ariana membuka harga lelang di angka 150 ribu Euro atau setara Rp2,1 miliar.

3. Transgender Jual Keperawanan Demi Operasi

Dailymail

Tak hanya dilakukan oleh wanita asli, seorang transgender bernama Lila Rose membuka penawaran langka. Ia berjanji akan memberikan keperawanannya kepada siapa saja. Asal orang tersebut bersedia membiayai operasi ganti kelamin sebesar Rp 266 juta.

4. Demi donasi

Catarina Migliorini

Demi menolong sesama serta membangun rumah untuk keluarga miskin, seorang mahasiswa Brasil rela melelang keperawanannya. Catarina Migliorini menolak disebut pelacur dan menegaskan bahwa dia masih percaya cinta. Ia mengaku, melihat kesempatan melelang keperawanannya itu untuk membuat hal yang baik pada dunia, juga untuk dirinya.

Proses lelang telah berakhir di angka US$780 ribu atau sekitar Rp 7,49 miliar. Pemenangnya adalah seorang pria Jepang bernama Natsu. Ia bersaing ketat dengan dua pria asal AS, Jack Miller dan Jack Right, serta pria India bernama Rudra Chatterjae. Mereka rela merogoh kocek dalam-dalam demi bisa berkencan semalam suntuk dengan perempuan itu.

5. Lelang demi atas nama cinta

Katherine Stone ia mengatakan kepada sang pemilik rumah bordil bahwa dia ingin bekerja untuknya. Tapi, bukan berhubungan seksual.

Seperti dikutip dari CNN, Katherine yang bercita-cita ingin menjadi seorang pengacara itu berencana menjual sesuatu yang perempuan lain di rumah bordil itu tak bisa suguhkan yaitu keperawanannya. Keputusan perempuan 20 tahun itu untuk menjual keperawanan menjadi pro-kontra di mata beberapa kelompok orang. Terutama mereka yang menganggap bahwa ‘kesucian’ itu hanya bisa diberikan atas nama cinta.

Namun bagi Katherine, itu lah yang kini tengah ia lakukan, ‘memberikan keperawanannya atas nama cinta’. Pada 2014 Katherine dan keluarganya hampir menjadi tunawisma ketika rumahnya yang berada di kawasan Seattle, Washington, ludes dilahap si jago merah.

Tanpa memiliki asuransi bangunan, Katherine bersama dengan keluarganya terpaksa tetap menghuni rumah hangus mereka. Hingga pada suatu hari Katherine menemukan sebuah artikel menarik mengenai prostitusi legal dari halaman utama media sosial Facebook-nya.

Setelah membaca dan mempelajari tempat tersebut, perempuan yang kala itu terpaksa menghuni rumah kosong tersebut akhirnya memutuskan untuk menghubungi salah satu rumah bordil di wilayahnya dan menjual keperawanannya.

6. Lolita

Untuk Lolita yang masih berusia 21 tahun, situs tersebut memasang harga pembuka 130.560 Poundsterling atau setara Rp2,2 miliar. Namun, motivasi Lolita untuk menjual diri tidak diketahui.

7. Mahbuba Mammadzada

Mahbuba Mammadzada, lelang keperawanannya untuk membuat ibunya bangga

Model berusia 23 tahun dari Azerbaijan ini juga menjual keperawanannya kepada seorang politisi Tokyo. Dikutip dari Daily Mail, Mammadzada dilelang oleh Cinderella Escorts seharga Rp38 miliar. Sedangkan, penawaran teringgi kedua oleh seorang pengacara dari London dan seorang sepakbola asal Jerman. Ia menyebut usahanya melelang keperawanannya adalah untuk membuat ibunya bangga. (Tisa)

Berita Terbaru

Negara Membuka Dialog dan Mendengar Aspirasi Mahasiswa

*) Oleh: M. Farhan Akbar Demokrasi yang sehat tidak hanya diukur dari terselenggaranya pemilihan umumyang bebas dan adil, tetapi juga dari kemampuan negara membangun komunikasiyang terbuka dengan masyarakat. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisistrategis sebagai kelompok intelektual yang kerap menyuarakan kritik, gagasan, sekaligus solusi terhadap berbagai persoalan bangsa. Kehadiran ruang dialog yang setara antara pemerintah dan mahasiswa menjadi indikator penting bahwa demokrasiberjalan secara substantif, bukan sekadar prosedural. Oleh karena itu, komitmenpemerintah untuk terus membuka ruang komunikasi patut dipandang sebagai langkahyang memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan sekaligus memperkokohkepercayaan publik.Berbagai capaian pembangunan yang terus diupayakan pemerintah, mulai daripenguatan ketahanan pangan, hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga program pemberdayaanekonomi masyarakat, membutuhkan dukungan situasi yang aman dan kondusif. Karena itu, sinergi antara pemerintah, mahasiswa, akademisi, dan masyarakatmenjadi modal penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalan secaraoptimal dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa setiap aspirasi memilikinilai yang sama, baik berasal dari akademisi, mahasiswa, maupun masyarakat di daerah terpencil. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak dapatdilepaskan dari partisipasi publik yang inklusif. Negara yang kuat bukanlah negara yang menutup diri terhadap kritik, melainkan negara yang mampu mendengarpersoalan, mengakui kekurangan, serta menjadikan masukan masyarakat sebagaidasar penyempurnaan kebijakan. Pendekatan seperti ini mencerminkankepemimpinan yang adaptif karena menempatkan dialog sebagai instrumen untukmenghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.Selanjutnya, keterbukaan pemerintah terhadap aspirasi mahasiswa menunjukkanadanya perubahan paradigma dalam hubungan antara negara dan masyarakat sipil. Mahasiswa tidak lagi diposisikan semata sebagai kelompok penekan, tetapi sebagaimitra strategis dalam proses pembangunan nasional. Melalui komunikasi yang terbuka, berbagai kritik dapat diterjemahkan menjadi bahan evaluasi, sedangkanberbagai gagasan dapat diolah menjadi rekomendasi kebijakan yang konstruktif. Pendekatan kolaboratif seperti ini memperkuat legitimasi kebijakan sekaligusmemperkecil potensi polarisasi yang sering muncul akibat minimnya komunikasiantara pemerintah dan publik.Pandangan tersebut diperkuat oleh Direktur Eksekutif Kata Rakyat, Alwan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini