Perempuan Ini Bersepeda Sejauh 16 Ribu Kilometer Mengikuti Jalur Kupu Kupu Raja

Baca Juga

MATA INDONESIA, BOSTON – Bagi masyarakat yang hobi bersepeda, tentu akan mengikuti rute yang sudah ditetapkan. Namun siapa sangka, seorang perempuan bernama Sara Dykman bersepeda mengikuti rute kupu kupu raja sejauh 16.400 kilometer dari Meksiko ke Kanada dan balik lagi ke Meksiko.

Hal itu ia lakukan agar anak-anak tau bahwa pentingnya melestarikan kupu kupu raja yang saat ini terancam punah. Ide itu ia katakan langsung dalam wawancara bersama BBC. “Kita bisa saja menceritakan kupu kupu raja ini. Sayangnya orang mudah melupakannya,”kata Sara Dykman.

Berdasarkan pengalamannya tersebut, Sara Dykman menjadi orang pertama yang bersepeda melewati jalur kupu kupu raja sejauh 16.417 kilometer pada tahun 2017. Lalu, bagaimana awal mula perjalanannya?

Sara Dykman memulai perjalananya dari Meksiko Tengah. Di satu pengunungan, ia melihat ribuan kupu kupu raja di dahan dahan pohon. Diketahui, kedatangan musim panas membuat kupu kupu tersebut memulai perjalanannya untuk langsung bergegas pergi. Mereka bergerak ke utara, dengan menyusuri Pegunungan Sierra Madre.

Sesampainnya di kawasan Amerika Serikat, kupu kupu itu langsung menyebar ke wilayah yang sangat luas. Dari situlah, Sara Dykman mengikuti mereka dengan bantuan Google Maps. Hebatnya, dia mampu melewati jalur jalur offroad yang menjadi rute tersebut. Baginya bersepeda dengan perjalanan yang jauh merupakan suatu kebahagiaan. Merujuk kembali kepada perjalanannya, ia banyak dibantu oleh orang orang yang sama sekali tidak ia kenal. Misalnya ia diundang untuk menginap di rumah mereka.

Seiring perjalanannya, ia menyempatkan sedikit waktu untuk menemui murid murid sekolah. Kepada mereka, Sara Dykman mengatakan bahwa pentingnya menanam Perdu di halaman rumah agar kupu kupu raja punya tempat untuk singgah. Dirinya sudah bicara di depan 9.000 murid murid sekolah. Hingga kini ia masih rajin berkomunikasi dengan mereka melalui email. Salah satu diantara mereka, ada yang membuat kebun di sekolahnya untuk mendukung perkembangbiakan kupu kupu raja. Setelah selesai bertemu dengan mereka, perempuan itu kembali bersepeda mengikuti jalur migrasi serangga tersebut.

Ia harus bersepeda sekitar 90 kilometer per hari. Tentu, hal itu tidak mudah karena sangat berpengaruh kepada ketahanan fisik. Untuk menjaga kondisi tubuh, ia menyempatkan untuk istirahat selama satu hari. Meski melelahkan, Sara Dykman mengatakan bahwa perjalanannya itu memberi banyak pelajaran. “Saya sekarang menyadari bahwa alam harus berjalan seimbang,” kata Sara Dykman.

Sayangnya, keseimbangan ini seringsekali terganggu. Kupu kupu raja misalnya, untuk bisa tumbuh dan berkembang biak, mereka memerlukan temperatur suhu yang normal yakni sekitar 13 derajat Celsicus. Pemanasan global yang terjadi saat ini bisa berdampak buruk bagi kupu kupu raja. Banyak dari mereka yang mati ketika masuk ke wilayah Amerika Serikat. Keturunan dari kelompok yang mati itu bisa bertahan hidup antara dua hingga lima minggu berikutnya. Hal itu menandakan bahwa hanya generasi ketiga, keempat dan kelima yang bisa menjangkau Kanada dan kawasan Amerika Utara.

Bicara soal perjalananya itu, untuk kembali lagi ke Meksiko, Sara Dykman harus menempuh waktu hingga 264 hari. Selama periode itu, ia bersepeda sejauh 16.417 kilometer. Meski begitu, ia mengatakan bahwa dirinya ketinggalan jauh dengan kupu kupu raja. ”Jelas saya lebih lamban,” kata Sara Dykman.

Baginya, melakukan ekspedisi menggunakan sepeda bukan suatu hal yang baru. Sebelumnya ia pernah naik sepeda dari Amerika Selatan ke Amerika Utara sejauh 130.000 kilometer. Bukan hanya itu, ia juga pernah berjalan kaki menyusuri Pengunungan Rocky dari Meksiko ke Kanada.

Reporter : R Al Redho Radja S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Indonesia-Singapura dan Jalan Baru Kemitraan Investasi Strategis

Oleh: Ferry Permahadi)*Hubungan Indonesia dan Singapura selama beberapa dekade telah berkembangmenjadi salah satu kemitraan bilateral paling penting di kawasan Asia Tenggara. Selain karena kedekatan geografis, intensitas kerja sama yang terus meningkat juga menjadikan kedua negara memiliki kepentingan strategis untuk memperkuatkolaborasi jangka panjang.Di tengah dinamika ekonomi global yang dipenuhi ketidakpastian, penguatankemitraan bertujuan untuk membangun ekosistem investasi, perdagangan, dan pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, setiap kesepakatan strategis yang dihasilkan memiliki arti penting bagiarah pertumbuhan ekonomi kawasan.Presiden Prabowo menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Singapura memasuki fase baru yang lebih konkret melalui berbagai kesepakatan yang dihasilkan dalam Leaders' Retreat bersama Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong. Menurutnya, pertemuan tersebut menghasilkan puluhan kerja sama strategisyang mencakup berbagai sektor, mulai dari ekonomi, investasi, energi, pertahanan, hingga pengembangan sumber daya manusia.Ia memandang bahwa hubungan kedua negara bukan hanya menjaga komunikasidiplomatik, tetapi diarahkan untuk menghasilkan implementasi nyata yang mampumemperkuat daya saing ekonomi nasional. Berbagai kesepakatan yang dicapaimenunjukkan adanya komitmen bersama untuk menjawab tantangan global melaluikolaborasi yang saling menguntungkan.Presiden Prabowo juga menekankan bahwa Indonesia memandang Singapura sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting dalam pembangunan ekonominasional. Kepercayaan yang terus terbangun selama bertahun-tahun menjadi modal kuat untuk memperluas kerja sama pada sektor-sektor baru yang memiliki nilaitambah tinggi.Komitmen tersebut menjadi sinyal positif bagi dunia usaha dan investor internasional. Sebab, ketika hubungan antarnegara dibangun di atas kepercayaandan kepastian kerja sama, iklim investasi akan menjadi lebih kondusif sehinggamampu mendorong masuknya modal baru yang mendukung penciptaan lapangankerja.Bagi Indonesia, kerja sama investasi bukan sekadar menghadirkan aliran modal, tetapi juga membuka akses terhadap teknologi, peningkatan kapasitas sumber dayamanusia, serta pengembangan industri bernilai tambah. Sebaliknya, bagi Singapura, Indonesia menawarkan pasar yang besar dan peluang investasi jangka panjang.Pandangan serupa disampaikan Perdana Menteri...
- Advertisement -

Baca berita yang ini