Nggak Nyangka! Jadi Pelawak Terkenal, Begini Perjalanan Karier Sule Dari Seorang Pedagang Jagung Rebus

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Nama Sule pasti sudah tidak asing lagi ditelinga para penonton televisi, khususnya program ini Talkshow yang disiarkan di salah satu televisi swasta di Indonesia. Artis kondang ini, bahkan digadang-gadang sebagai pelawak dengan bayaran termahal.

Namun, beberapa waktu lalu, namanya sempat menjadi buah bibir warganet lantaran berita mengejutkan datang dari rumah tangganya yang kandas. Siapa sangka, rumah tangganya dengan Lina yang telah dijalani selama 20 tahun harus kandas dengan isu adanya orang ketiga.

Perceraian yang menghebohkan itu terjadi pada September 2018 lalu. Beberapa bulan setelah perceraiannya Sule dikabarkan tengah dekat dengan seorang wanita yang lebih muda, yakni aktris Naomi Zaskia. Namun, keduanya tak pernah memberi pernyataan apapun.

Pelawak yang mempunyai nama asli Entis Sutisna ini, lahir di Cimahi, Jawa Barat 15 November 1976. Dirinya merupakan anak kedua dari empat bersaudara.

Sejak kecil Sule sudah terbiasa hidup sederhana bersama orangtuanya. Sebelum mengadu nasib di Jakarta, Sule pernah berjualan jagung rebus dan permen karet dengan Ayahnya guna mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Sule merupakan seorang pecinta musik Rhoma Irama. Bahkan ia tak pernah menyadari jika dirinya bisa melawak. Ia hanya tahu orang-orang kerap tertawa mendengar celotehannya. Kebiasaan melucu itu turun dari sang Ayah yang suka ngebanyol.

Akhirnya sejak usia 10 tahun Sule menjadi murid pelawak senior Kang Ibing. Bahkan untuk mematangkan kegemarannya di dunia seni, ia berkuliah di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

Berniat mengadu nasib di Jakarta, perjalanan karier dimulai sejak ia mengikuti ajang pencarian bakat Akademi Pelawak Indonesia (API) pada tahun 2004. Ia tergabung dalam grup SOS bersama dua kawannya Oni Suwarman dan Obin Wahyudin.

Satu tahun berkarir bersama SOS, nama Sule kian melejit dan kerap disandingkan dengan nama pelawak senior seperti Jaja Miharja dan Komeng. Kemudian ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari SOS dan memilih bersolo karir.

Selain mempunyai bakat melawak, ternyata Sule dikenal pandai menyanyi. Tak jarang ia memperlihatkan kepiawaiannya di panggung. Tak sampai di sana, ia bahkan sempat menjadi juri ajang pencarian bakat Made In Indonesia.

Setelah itu namanya semakin tersohor saat Sule bergabung dengan acara komedi Opera Van Java (OVJ) pada tahun 2008. Acara yang dibintangi juga oleh Andre Taulany dan Azis Gagap ini kerap mendapat rating tertinggi.

Acara tersebut membawa Sule Ke puncak kariernya. Konon katanya Sule menjadi pelawak termahal di Indonesia dengan kekayaan yang fantastis bernilai milyaran rupiah. Setelah 5 tahun bergabung diacara yang membesarkan namanya itu, ia memilih hengkang pada tahun 2014.

Tak lagi menjadi pelawak, Sule kemudian mencoba peruntungan baru dengan menjadi pembawa acara Ini Talk Show bersama Andre Taulany yang disiarkan NET Tv. Sule yang diawal kemunculannya tampil dengan rambut gondrong dan pirang, merombak penampilannya dengan rambut undercut dan pakaian jas yang rapi.

Tak hanya itu, Sule yang mencintai musik juga sempat melebarkan sayapnya ke dunia tarik suara. Ia pernah merilis lagu berjudul Susis dan Bola Salju. Bersama rekan-rekannya di OVJ ia pernah memparodikan Boyband SM*SH dan & Icons dengan membawakan lagu I Heart You dan Andeca Andeci.

Tak sampai di sana, Sule Bahkan merambah ke layar lebar dengan bermain difilm Sule I Need You dan Hongkong Kasarung. (Hutri Dirga)

 

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini