Milad Ke-60, Ini 4 Fakta Unik tentang PMII

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) hari ini, Jumat 17 April 2020 berulang tahun ke-60. Sudah banyak sejarah yang ditorehkan organisasi ini, terutama untuk kepentingan bangsa.

Terbentuk pada 17 April 1960 di Surabaya, PMII terkenal dengan gerakannya yang memadukan keislaman dan kebangsaan. Organisasi ini juga mencetak tokoh-tokoh besar sejak dahulu hingga kini.

Tentunya, setiap organisasi memiliki pergerakan dan hal-hal uniknya sendiri dalam memajukan bangsa. Berikut, 5 fakta menarik tentang PMII yang perlu kamu tahu, barangkali tertarik bergabung:

1. Biru dan Kuning

PMII identik dengan warna biru dan kuning. Biru diartikan sebagai kedalaman ilmu pengetahuan yang dimiliki. Kemudian biru muda bermakna ketinggian ilmu, budi pekerti dan takwa. Lalu kuning sebagai identitas kemahasiswaan yang menjadi sifat dasar pergerakan, lambang kebesaran dan semangat yang selalu menyala penuh harapan menyongsong masa depan.

2. Bintang 9

Ada makna yang besar di balik 9 bintang pada lambang PMII. 5 bintang menunjukkan Rasulullah SAW dan empat sahabatnya atau Khulafaur Rasyidin, dan 4 bintang bermakna empat mazhab dalam Ahlusunnah wal Jama’ah.

3. Ideologi Aswaja

PMII tegas berideologi Ahlusunnah wal Jamaah atau Aswaja. Ideologi ini menjadi metode berpikir atau manhaj al-fikr dan metode bergerak atau manhaj al-harakah. Selain itu, ideologi PMII menunjukkan sikap anti pada taqlid buta, jumud dan kaku dalam keislaman.

4. Sahabat

Hal terunik dari PMII adalah, para kadernya saling memanggil dengan nama ‘sahabat’. Misal, Anda bernama Fadli, maka rekan-rekan sesama PMII akan memanggil Anda dengan sebutan ‘Sahabat Fadli’. Hal ini menjadi ciri khas PMII sejak lama.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini