Mengenang Cerita Ekspedisi 1983, Jokowi Jadi Orang Pertama yang Mencapai Puncak Kerinci

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Tak banyak yang tahu jika Presiden Joko Widodo hobi bahkan mahir mendaki gunung. Ia bahkan menjadi salah satu anggota tim Ekspedisi Kerinci di tahun 1983.

Dan hebatnya lagi, ternyata ia menjadi orang pertama dalam tim tersebut yang tiba di puncak Gunung Kerinci. Kisah ini diungkap dalam buku berjudul “Jokowi Travelling Story: Kerinci 1983” yang diluncurkan di Jakarta, Senin 8 April 2019 lalu.

Dalam buku yang ditulis oleh Rifqi Hasibuan itu diceritakan, untuk mencapai puncak Kerinci yang berketinggian 3.805 meter dpl, Jokowi menggunakan sepatu kets. Sementara rekan-rekannya yang lain menggunakan sepatu lars.

“Belum ada standardisasi naik gunung kayak sekarang, packing dia (Jokowi) sederhana saja,” kata Arif Mulia Nasution alias Ucok, teman seangkatan Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM, dikutip Kamis, 11 April 2019.

Buku tersebut juga mengulas tentang masa muda Jokowi saat bergabung dengan komunitas Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Silvagama. “Beliau (Jokowi) itu pendiam, tapi banyak solusi, problem dalam perjalanan beliau yang memecahkan,” kata Ucok.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini