Ketua Panwaslu Kuala Lumpur Diduga Pendukung Prabowo-Sandi, Apa Benar?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Ada sisi lain dari ditemukannya surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia yang gegera belakangan ini. Kabar surat suara tercoblos ini begitu getol disampaikan Ketua Panwaslu Kuala Lumpur, Yazza Azzahra Ulyana sebagai pihak penemu barang buktinya.

Namun, ternyata, Yazza diduga adalah pendukung dari paslon 02 Prabowo-Sandiaga. Kok bisa?

Sebuah foto beredar luas di media sosial yang menunjukkan Yazza sempat berfoto dengan pose salam dua jari ala Prabowo-Sandiaga.

Belum diketahui di mana lokasi foto itu diambil. Namun, dalam foto itu, wanita yang mirip Yazza tersebut bersama relawan Prabowo-Sandiaga lainnya sedang asyik berfoto mengenakan baju biru muda dengan logo garuda merah yang selama ini diusung kubu Prabowo.

Sebagai informasi, Yazza adalah mahasiswa S2 Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia dan tergabung dalam PPI Malaysia.

Saat memberikan keterangan secara live di sebuah stasiun televisi, Yazza memberi penjelasan kronologis ditemukannya surat suara tercoblos tersebut.

Saat itu, Yazza justru didampingi orang dari kubu Gerindra, yang tampak mengenakan pin garuda merah. Lalu, ada juga orang dari Partai Demokrat yaitu Bram yang terlihat di belakangnya.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini