Empat Daerah Ini adalah Kunci Suara Jokowi di Pilpres 2019 Nanti

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Capres petahana Joko Widodo terus merasa yakin akan menang lagi dalam Pilpres 17 April 2019 mendatang. Apalagi, hasil-hasil survei terbaru menyebut dirinya masih berada di atas paslon lawan, Prabowo-Sandiaga.

Tentunya, Jokowi mengandalkan lumbung-lumbung suaranya untuk mengamankan kemenangan itu nanti. Setidaknya, ada empat daerah yang bisa diprediksi Jokowi akan menang telak atas Prabowo dalam pilpres nanti. Keempat daerah tersebut adalah:

1. Jawa Tengah

Pilpres 2014 lalu, Jokowi menang telak atas Prabowo. Hasil perhitungan suara menunjukkan Jokowi meraup 12.959.540 suara atau 66,65 persen dan Prabowo hanya 6.485.720 suara atau 33,35 persen dari total pemilih yang mencapai 27.430.269. Kali ini, Jokowi menargetkan menang di atas 70 persen di Jawa Tengah.

2. Jawa Timur

Berkaca dari Pilpres 2014 lalu, Jokowi unggul dari Prabowo di Jawa Timur. Jokowi mendapat 11.669.313 suara atau 53,17 persen, sedangkan Prabowo meraup 10.227.008 suara atau 46,83 persen dari total suara sah 21.946.401.

Lembaga-lembaga survei seperti Litbang Kompas dan Charta Politica menunjukkan kemenangan Jokowi di Jatim atas Prabowo.

3. Papua

Pada Pilpres 2014 lalu, Jokowi mendapat 2.026.735 suara atau 72,49 persen, sedangkan Prabowo mendapat 769.132 suara atau 27,51 persen dari total suara yang ada. Kali ini, Jokowi yakin menang dengan capaian minimal 85 persen suara.

4. Bali

Salah satu lumbung suara Jokowi adalah Bali. Saat Pilpres 2014, Jokowi menang telak dengan raihan 1.535.110 suara atau 71,42 persen, sedangkan Prabowo hanya 614.241 suara atau 28,58 persen, dari total suara sah 2.149.351 suara.

Survei-survei besar seperti Litbang Kompas, Charta Politika dan CSIS menunjukkan Jokowi masih unggul atas Prabowo di Pulau Dewata.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini