Leon Trotsky, Disayang Vladimir Lenin dan Dikhianati Joseph Stalin

Baca Juga

MATAINDONESIA, JAKARTA – Leon Trotsky menjadi orang kepercayaan Vladimir Lenin. Ia dipercaya dapat menggantikan posisi Lenin sebagai Sekretaris Jenderal Komite Pusat Partai Komunis Rusia.

Leon Trotsky adalah seorang revolusioner Marxis Rusia dan politikus Soviet. Trotsky lahir pada 7 November 1879 di Kherson. Trotsky adalah seorang pendukung gerakan Menshevik Internationalist, bagian dari Partai Buruh Sosial Demokratis. Trotsky bergabung dengan Bolsheviks segera setelah revolusi oktober pada 1917.

Bersama Lenin dan kaum Bolshevik di Rusia, Trotsky memimpin Revolusi Oktober. Revolusi ini berhasil mendirikan negara buruh pertama di muka bumi. Pada akhir abad ke-19, generasi Marxis Rusia lahir. Generasi ini terdiri dari Trotsky, Lenin, Kamenev, Zinoviev, Kollontai, Sverdlov, Bukharin, dan lainnya.

Aktivitas revolusioner pertama Trotsky adalah membentuk Serikat Buruh Rusia Selatan pada awal 1897. Dia menulis selembaran, artikel pamphlet, dan deklarasi untuk mempopulerkan ide-ide revolusioner di antara kaum buruh industri dan mahasiswa.

Trotsky menulis dengan nama pena Lvov. Pada Januari 1898, Trotsky dipenjara 2 tahun dan diasingkan ke Siberia pada 1900 bersama rekan-rekannya.

Pada awalnya, Trotsky bukanlah seorang Marxis. Dia merangkul ide populisme revolusioner dengan heroisme dan romantismenya. Trotsky berdiskusi dan berdebat dengan segelintir Marxis di kelompoknya. Dia kemudian menerima Marxisme sebagai ideologi perjuangan dan tidak pernah menengok ke belakang lagi.

Di penjara dan pengasingan, Trotsky menyelami teori Marxis. Dia terus aktif menulis. Trotsky memutuskan lari dari Siberia dan bergabung dengan Lenin. Pada 1902 dia menemui rekan seperjuangannya di London dan menjadi pemimpin Revolusi Oktober, 15 tahun kemudian.

Trotsky menjadi murid dari para editor Iskra. Dia menyerap ilmu Marxisme dari para tetua Marxis Rusia, terutama Axelrod dan Zasulich. Pada kongres Partai Buruh Sosial Demokrat Rusia 1903, hubungan antara Lenin dan Trotsky retak. Lenin ingin memperkecil dewan editor Iskra dari 6 anggota menjadi 3 dengan mengeluarkan Axelrod dan Zasulich.

Selain itu, usulan Lenin untuk memperketat keanggotaan partai juga ditentang oleh Trotsky. Trotsky akhirnya keluar dari faksi Menshevik tahun 1904. Pada 1917, dia berada di luar faksi Menshevik dan Bolshevik. Trotsky berusaha menyatukan kedua faksi ini demi kemenangan kelas proletariat.

Secara politik, gagasan Trotsky lebih dekat dengan Lenin dan Bolshevik. Trotsky terus mengkritik berbagai tendensi reformis kaum Menshevik. Trotsky dipercayakan memimpin Komite Militer Revolusioner Petrograd yang mengorganisir perebutan Petrograd dan Istana musim dingin.

Ia dipercayakan Lenin untuk membentuk Tentara Merah dan memimpin, serta mempertahankan Uni Soviet dari Tentara Putih serta 21 pasukan negara imperialis yang mengepungnya.

Pada awal terbentuknya Soviet, Trotsky menjadi Komisaris Hubungan Internasional. Setelah itu, dia mendirikan Reds Army menjadi Komisaris Militer dan Pertahanan. Trotsky juga merupakan sosok penting dalam kemenangan Bolshevik pada perang sipil di Rusia pada 1918 hingga 1920.

Trotsky adalah penentang utama dari Stalin yang berkuasa di Uni Soviet setelah Lenin meninggal dunia. Trotsky menjadi seorang pemimpin oposisi sayap kiri dari pemerintahan Stalin. Trotsky menentang kerja sama Stalin dengan Hitler dalam bentuk perjanjian non-agresif.

Trotsky mencetuskan berbagai ide yang membuahkan Trotskyisme. Ia gagal memimpin perjuangan sayap kiri melawan peraturan dan pengangkatan Stalin. Akhirnya, Trotsky diusir dari Soviet dan dihilangkan kekuasaannya.

Stalin memerintahkan seorang agen untuk membunuh Trotsky di Meksiko. Agen tersebut berasal dari Spayol bernama Ramon Mercader. Trotsky adalah salah satu tokoh politik Rusia yang nama baiknya tidak dipulihkan pada masa pemerintahan Mikhail Gorbachev.

Nama baiknya baru dipulihkan pada 2001. Penentangan Trotsky terhadap salah satu pemerintahan terkuat di dunia ini juga menjadi inspirasi banyak orang.

Reporter : Ade Amalia Choerunisa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Taklimat Presiden Tegaskan Diplomasi Energi, Pemerintah Jaga Kedaulatan Pangan dan Stabilitas Harga BBM

Oleh: Arya Satrya WibisonoDi tengah dinamika global yang semakin tidak menentu, pemerintah terus mempertegas arahkebijakan nasional untuk memastikan ketahanan energi dan pangan tetap terjaga. Salah satu buktikonkret dari ketahanan tersebut tercermin pada kebijakan pemerintah yang tetap menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak ekonomi global dan fluktuasi hargaenergi dunia. Langkah ini tidak hanya menunjukkan kapasitas negara dalam mengelola sektorenergi secara efektif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam melindungi daya belimasyarakat serta menjaga stabilitas sektor pangan yang sangat bergantung pada distribusi danbiaya logistik. Dalam konteks ini, kebijakan pengendalian harga BBM menjadi bagian integral dari strategi besar pemerintah untuk meredam dampak krisis global sekaligus memperkuatfondasi kemandirian nasional.Dalam arahannya, Presiden menggarisbawahi bahwa pangan, energi, dan air merupakan tigapilar utama yang menentukan keselamatan suatu bangsa. Pandangan ini, sebagaimanadisampaikannya, telah lama diyakini dan diperjuangkan, bahkan sejalan dengan proyeksi global yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam kerangka Sustainable Development Goals. Dengan demikian, langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan di ketiga sektor tersebuttidak hanya berbasis pada kebutuhan domestik, tetapi juga merujuk pada agenda pembangunanglobal yang telah mengantisipasi potensi krisis multidimensi.Taklimat yang disampaikan langsung kepada para menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselonI menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi seluruh elemen pemerintahan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang dijalankan memiliki arah yang selaras, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Di sektor energi, pemerintah menunjukkan langkah konkret melalui penguatan diplomasi dengannegara-negara sahabat. Presiden mengindikasikan bahwa kunjungan luar negeri yang dilakukannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi untukmengamankan pasokan energi nasional, khususnya minyak. Dalam situasi geopolitik yang penuhketidakpastian, pendekatan diplomasi aktif dinilai menjadi instrumen penting untuk menjagastabilitas energi dalam negeri.Diplomasi energi ini mencerminkan kesadaran pemerintah bahwa ketahanan energi tidak dapatsepenuhnya bergantung pada sumber daya domestik. Dibutuhkan jejaring kerja samainternasional yang kuat untuk memastikan keberlanjutan pasokan, sekaligus membuka peluanginvestasi dan transfer teknologi di sektor energi. Kunjungan ke berbagai negara, termasuk di kawasan Asia Timur, menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam peta energiglobal.Di tengah gejolak harga energi dunia yang fluktuatif, pemerintah juga dinilai berhasil menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Kebijakan ini mencerminkankeberpihakan pada daya beli masyarakat sekaligus menunjukkan kapasitas negara dalammeredam dampak langsung dari tekanan eksternal. Stabilitas harga BBM menjadi indikatorpenting bahwa strategi pengelolaan energi nasional berjalan efektif di tengah tekanan global yang tidak ringan.Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kombinasi kebijakan fiskal, penguatan subsidi yang tepat sasaran, serta hasil dari diplomasi energi yang memastikan pasokan tetap aman. Pemerintahsecara tidak langsung menunjukkan bahwa kendali terhadap sektor energi mampu dijaga denganbaik, sehingga gejolak global tidak serta-merta diteruskan ke masyarakat. Namun demikian, pemerintah tidak mengabaikan penguatan kapasitas dalam negeri. Upayamenuju swasembada energi terus didorong melalui berbagai program strategis, termasukoptimalisasi sumber daya alam dan pengembangan energi terbarukan. Langkah ini menunjukkanbahwa diplomasi internasional berjalan beriringan dengan penguatan fondasi domestik, sehinggaIndonesia memiliki ketahanan yang lebih kokoh dalam jangka panjang.Di sektor pangan, pemerintah juga menempatkan swasembada sebagai prioritas utama. Presidenmengisyaratkan bahwa upaya ini telah lama menjadi bagian dari gagasan besar yang kinidiwujudkan melalui program-program konkret. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan denganketersediaan produksi, tetapi juga distribusi, aksesibilitas, serta stabilitas harga yang harus dijagasecara berkelanjutan.Sementara itu, sektor air sebagai salah satu pilar penting dinilai memiliki potensi besar di Indonesia. Pemerintah melihat bahwa secara umum ketersediaan air masih relatif mencukupi, meskipun terdapat tantangan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia timur. Permasalahanutama lebih banyak terletak pada aspek pengelolaan dan kerusakan lingkungan, sepertideforestasi yang berdampak pada berkurangnya daya serap air.Dalam perspektif ini, pemerintah menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungansebagai bagian integral dari strategi ketahanan nasional. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan bahwa potensi yang dimiliki Indonesia dapatdimanfaatkan secara optimal tanpa mengorbankan generasi mendatang. Dengan pendekatan yang tepat, tantangan terkait ketersediaan air diyakini dapat diatasi.Lebih jauh, taklimat Presiden juga menjadi ruang untuk menyampaikan optimisme terhadapmasa depan Indonesia. Pemerintah meyakini bahwa di tengah berbagai krisis global, Indonesia justru memiliki peluang untuk tampil sebagai negara yang relatif stabil dan tangguh. Keyakinanini didasarkan pada kekayaan sumber daya alam, posisi geopolitik yang strategis, serta kebijakanyang diarahkan pada penguatan kemandirian nasional.Pendekatan yang mengombinasikan penguatan domestik dan diplomasi internasionalmenunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya bersikap reaktif terhadap krisis, tetapi juga proaktifdalam membangun ketahanan jangka panjang. Diplomasi dengan negara sahabat menjadijembatan untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global, sekaligus memastikan kebutuhannasional tetap terpenuhi.*) Analis Diplomasi Energi dan Pembangunan Berkelanjutan
- Advertisement -

Baca berita yang ini