Jay Z, Rapper yang Selalu Dikaitkan dengan Illuminati

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pecinta musik Rapper pasti mengenal sosok bernama Jay Z. Rapper kontroversial ini bahkan sudah disahkan oleh Forbes sebagai Musisi Hip Hop pertama yang menjadi miliarder. Sama seperti rapper-rapper lain, karier suami penyanyi Beyonce untuk menggapai itu semua tidaklah mudah.

Shawn Corey Carter atau Jay Z merupakan rapper asal Brooklyn, New York, Amerika. Lahir pada 4 Desember 1969 dan dibesarkan di Marcy Houses, sebuah proyek perumahan di lingkungan Bedford-Stuyvesant. Ibunya, Gloria Carter, satu-satunya orang tua yang membesarkan Ia dan saudara-saudaranya karena ayahnya pergi meninggalkan keluarga mereka.

Semasa mudanya, ia sudah terbiasa dengan lingkungan hidup yang keras. Penembakan, pemukulan, penangkapan dan segalanya yang tidak enak menimpanya. Tinggal di lingkungan yang keras kerap memengaruhi sifatnya. Dalam salah satu lagunya, ia pernah mengaku pada saat usianya yang ke 12 tahun ia pernah menembak bahu kakaknya karena mencuri perhiasannya.

Ketertarikan Jay Z terhadap musik sudah terlihat sejak kecil. Ibunya pernah memberi hadiah boombox saat ulang tahunnya. Saat itulah Jay Z mulai fokus menulis lirik dan freestyle rap. Kariernya di dunia musik ternyata tidak mudah. Sebelum sukses di musik Jay Z sempat menjadi pengedar narkoba. Di awal-awal karier bermusiknya, ia sempat bekerja sama dengan Jaz O. Terlibat beberapa kali rap battle dengan LL Cool J, dan pada 1994 sudah mulai sedikit terkenal karena beberapa kali tampil freestyle rap di acara Big Daddy Kane.

Tanpa adanya label besar yang menaunginya, Jay Z menjual CD berkeliling menggunakan mobilnya. Pada tahun 1995, Jay Z, Damon “Dame” Dash, dan Kareem “Biggs” Burke menciptakan studio rekaman mereka sendiri bernama Roc-A-Fella. Bak keajaiban, album debutnya “Reasonable Doubt” sangat laris. Bahkan masuk di Billboard 200 peringkat ke 23.

Tahun-tahun berikutnya, membuat namanya semakin melambung tinggi. Pada tahun 1999, ia mendapatkan Grammy Award pertamanya. Walaupun saat itu Jay Z menolak penghargaan tersebut. Sampai sekarang Jay Z sudah mendapat 83 nominasi dengan 23 piala Grammy. Pada 2021 kemarin, tepatnya pada tanggal 30 Oktober, Ia bersama dengan LL Cool J resmi dilantik ke dalam Rock & Roll Hall of Fame tahunan ke 36.

Tapi dari perjalanannya menuju kesuksesan, banyak orang yang mengkaitkannya dengan illuminati. Mengapa demikian?

Jay z dan lambang Illuminati
Jay z dan lambang Illuminati

Simbol-simbol illuminati sangat sering terlihat di musik video berbagai artis. Simbol seperti “Freemason” yang paling banyak terlihat. Simbol itulah yang sering ada dalam gambar atau pertunjukan Jay Z. Terbentuknya Citra Jay Z sebagai salah satu penganut illuminati karena setiap konsernya ia selalu mengangkat kedua tangannya, membuka, dan menyatukan tangannya hingga berbentuk segitiga dan mengajak para penggemarnya untuk mengikuti posenya.

Inilah kenapa ia selalu terhubung dengan illuminati. Selain itu, pemilihan nama untuk anaknya merupakan bukti lain yang menjelaskan kalau Jay Z adalah salah satu pengikut illuminati. Dari pernikahan dengan Beyonce mereka mendapat seorang putri. Nama pemberian ke putrinya adalah Blue Ivy. Nama ini merupakan penghormatan untuk Eulb YVI atau dalam bahasa latin berarti “Putri Lucifer”.

Dibawah ini lagu yang liriknya sangat kental dengan setan dan Illuminati

 

Reporter: Desmonth Redemptus Flores So

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Danantara dan Langkah Strategis Menuju Ekosistem Teknologi Modern

*) Oleh : Devita AdastriPembentukan Danantara dinilai menjadi salah satu langkah strategis pemerintahdalam memperkuat arah pembangunan ekonomi nasional yang berbasis inovasi dan teknologi modern. Kehadiran lembaga investasi nasional tersebut tidak hanyadipandang sebagai instrumen pengelolaan aset negara, tetapi juga sebagaipenggerak transformasi menuju ekosistem teknologi yang lebih terintegrasi, adaptif, dan kompetitif di tingkat global. Di tengah persaingan ekonomi digital yang semakinketat, Indonesia membutuhkan fondasi investasi yang mampu mendukung percepatanpembangunan sektor-sektor strategis berbasis teknologi agar tidak tertinggal darinegara lain di kawasan Asia maupun dunia.Dalam konteks perkembangan global, teknologi kini menjadi faktor utama yang menentukan daya saing sebuah negara. Negara-negara maju berlomba memperkuatinvestasi pada kecerdasan buatan, pusat data, energi hijau, kendaraan listrik, industrisemikonduktor, hingga transformasi layanan digital publik. Indonesia pun memilikipeluang besar untuk mengambil peran penting dalam rantai ekonomi digital global karena didukung jumlah penduduk yang besar, pengguna internet yang terusmeningkat, serta potensi bonus demografi. Namun, potensi tersebut memerlukandukungan pendanaan jangka panjang dan tata kelola investasi yang kuat agar mampuberkembang secara berkelanjutan. Di sinilah Danantara dipandang memiliki peranpenting sebagai katalisator pembangunan ekonomi berbasis teknologi.Chief Technology Officer...
- Advertisement -

Baca berita yang ini