Iwan Fals Bisa Menerima Beban Jadi Legenda Karena Sering ke Masjid

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penyanyi balada Iwan Fals mengaku bisa menerima beban sebagai legenda yang disematkan kepadanya karena sering ke mesjid salat Jumat. Hal itu membuat dia menerimanya dengan biasa saja.

Lelaki dengan nama lengkap Virgiawan Listanto itu seperti dilansir Antara itu awalnya sangat kaget ketika penggemarnya menyematkan embel-embel tersebut.

Menurutnya julukan tersebut sebenarnya dirasakan sebagai beban karena berarti dia harus bisa membawa diri dan menjadi tuntunan untuk orang lain.

Iwan menilai kehidupan seorang legenda tidaklah mudah karena mendapat banyak tekanan baik langsung maupun tidak langsung dari publik.

Misalnya saja kisah legenda musik dunia John Lennon yang berakhir tragis dibunuh penggemar setianya.

“Alhamdullilah berkat teman-teman semua mengingatkan saya dan berkat selalu Jumatan juga ya jadi terus diingatkan, jadi saya santai-santai saja enggak gimana-gimana,” ujar Iwan.

Menurutnya, penghargaan-penghargaan yang diberikan kepadanya harus membuat gairah hidup bertambah baik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih Tumbuh dari Kebutuhan Warga

Oleh: Yusuf Rinaldi*Pembangunan ekonomi desa terus menjadi prioritas pemerintah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintahmemastikan petani memperoleh pupuk tepat waktu, ibu rumah tangga menikmatiharga sembako yang terjangkau, pelaku usaha mikro memiliki akses pasar yang lebih luas, serta masyarakat desa semakin mudah menjangkau layanan keuangan. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, komitmen tersebutdiwujudkan melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu meningkatkankesejahteraan, memperkuat kemandirian desa, dan mendorong pemerataanpembangunan sesuai potensi masing-masing wilayah.Keseriusan itu tampak jelas sejak awal. Dalam rapat terbatas bersama...
- Advertisement -

Baca berita yang ini